Kompas.com - 01/03/2020, 20:44 WIB

VATICAN CITY, KOMPAS.com - Paus Fransiskus mengaku terserang "demam" yang membuatnya tak bisa melaksanakan sejumlah kegiatan, dalam pernyataannya saat muncul di publik.

Ini merupaka kemunculan pertama Sri Paus, setelah dalam empat hari terakhir dia tidak muncul setelah beredar gambar dia batuk dan menyeka hidungnya.

Dalam pernyataannya, Paus Fransiskus mengaku sebenarnya dia sudah dijadwalkan mengikuti retret spiritual selama enam hari selatan Roma.

Baca juga: Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

"Sayangnya, demam membuat saya tidak bisa berpartisipasi tahun ini," ujar Paus dengan nama asli Jorge Mario Bergoglio itu dari Istana Apostolik.

Dilansir AFP Minggu (1/3/2020), Paus sempat beberapa kali batuk ketika mengumumkan dia tidak akan bisa menghadiri retret rohani itu.

Pembatalan retret yang sedianya dilaksanakan Minggu ini, terjadi setelah Italia berjibaku melawan virus corona, dan menjadi kasus terburuk di Eropa.

Italia menjadi negara dengan penyebaran terbesar kedua virus corona setelah Korea Selatan, di mana 1.128 orang positif terinfeksi.

Kemudian sebanyak 29 orang meninggal, dengan Roma bergerak cepat menangkalnya dengan menutup 10 kota yang berada di kawasan utara.

Baca juga: Paus Fransiskus Seka Hidung dan Batuk Saat Beri Dukungan ke Penderita Virus Corona

Sebab, kawasan Lombardy dan Veneto dianggap sebagai lokasi paling terdampak dari virus yang menyebabkan penyakit Covid-19 itu.

Adapun total virus yang diyakini berpusat dari Pasar Seafood Huanan, Wuhan, itu sudah menginfeksi lebih dari 86.000 orang, dengan 2.900 orang meninggal.

Adapun kehadiran di Istana Apostolik adalah merupakan penampilan perdana pontiff berusia 83 tahun itu, setelah dia dikabarkan sakit sejak memimpin misa Rabu Abu (26/2/2020).

Saat itu, Paus asal Argentina tersebut terlihat batuk-batuk, dan menyeka hidungnya ketika memimpin misa dari gereja di Roma, Italia.

Baca juga: [HOAKS] Paus Fransiskus Positif Terinfeksi Virus Corona

Sejak saat itu, Paus tidak lagi muncul di publik. Sebuah pemberitaan di internet kemudian menyatakan bahwa dia terinfeksi virus corona.

Kabar tersebut diembuskan oleh portal internel bernama MCM News, yang mempublikasikan bahwa dua pembantu Paus juga tertular.

Vatikan melalui Kepala Kantor Pemberitaan, Matteo Bruni, dengan tegas membantah spekulasi Sri Paus terkena virus yang berasal dari China itu.

"Tidak ada bukti yang akan mengarah kepada diagnosa serius apa pun kecuali bahwa beliau mengalami kondisi yang kurang sehat," jelas Bruni.

Kemudian pada Sabtu (29/2/2020), Paus Fransiskus disebut memimpin misa pagi di griya tamu Santa Marta yang menjadi kediamannya.

Setelah itu, dia sempat menggelar audiensi resmi. Namun, audiensi tersebut hanya dilakukan secara individu, bukan kelompok.

Baca juga: Dikabarkan Sedang Sakit, Paus Fransiskus Pimpin Misa Pagi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.