Kerusuhan India Mereda, Korban Tewas Capai 42 Orang

Kompas.com - 01/03/2020, 17:59 WIB
Seorang wanita menangisi anaknya, Hashim Ali, yang terluka saat bentrokan terjadi di New Delhi, India, Selasa (25/2/2020). Kerusuhan terjadi akibat UU Kewarganegaraan India yang kontroversial. ADNAN ABIDI/REUTERSSeorang wanita menangisi anaknya, Hashim Ali, yang terluka saat bentrokan terjadi di New Delhi, India, Selasa (25/2/2020). Kerusuhan terjadi akibat UU Kewarganegaraan India yang kontroversial.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Jumlah korban tewas di kerusuhan India masih bertambah, walau kerusuhan sudah mereda. Laporan terbaru menyebutkan korban tewas adalah 42 orang.

Jumlah korban tersebut dilaporkan media setempat Mumbai Mirror pada Sabtu (29/2/2020).

Dari 42 orang yang tewas, paling banyak meninggal di Guru Teg Bahadur (GTB) Hospital yakni 38 orang.

Sisanya di Lok Nayak Jai Prakash Hospital (3 orang), dan di Jag Pravesh Chandra Hospital (1 orang).

Baca juga: Kerusuhan India: Pernikahan Pengantin Hindu Dilindungi Tetangga Muslimnya

Setelah kerusuhan mereda, warga di timur laut Delhi dengan hati-hati beranjak ke luar rumah untuk bekerja dan membuka toko. Namun pemandangan berbeda terjadi di GTB Hospital.

Di sana, orang-orang berkerumun di luar kamar mayat guna menanti jenazah kerabat atau keluarga mereka datang. Demikian yang dilaporkan Mumbai Mirror.

Sementara itu Aljazeera mengabarkan, pada Jumat malam (28/2/2020) ratusan orang India-Amerika dari berbagai agama berkumpul di luar konsulat India di kota-kota besar Amerika Serikat (AS).

Mereka memprotes kekerasan yang merebak di Delhi akibat kontroversi UU Kewarganegaraan India.

Contohnya di New York, pengunjuk rasa berkumpul meneriakkan kata "Memalukan!" pada petugas saat mereka coba merangsek masuk ke gedung konsulat India.

Baca juga: Anggota Komisi I Minta Pemerintah Bawa Kasus Kerusuhan di India ke PBB

Juru bicara Kepolisian Delhi, Mandeep Singh Randhawa, mengatakan ada 148 FIR (First Information Report) yang diterima pihak kepolisian, dan 630 tersangka sudah ditahan sejauh ini.

FIR merupakan dokumen yang disiapkan Kepolisian India untuk mengolah laporan tindak kriminal. Selanjutnya FIR akan dipakai untuk mengatur proses peradilan.

"Tidak ada insiden baru yang dilaporkan hari ini (Jumat)," ucap Mandeep dikutip dari Mumbai Mirror.

Mandeep menambahkan, tim forensik laoratorium telah dipanggil untuk meninjau ulang Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Baca juga: Maruf Amin Prihatin Konflik Antar-umat Beragama di India

Hampir 7.000 personel paramiliter telah dikerahkan di daerah-daerah yang terkena dampak kerusuhan sejak Senin (24/2/2020).

Ratusan personel polisi juga diturunkan ke darat.

Kerusuhan yang terjadi di India adalah dampak pro-kontra dari UU Kewarganegaraan India atau Citizenship Amendment Act (CAA).

UU ini memberi amnesti kepada imigran non-Muslim dari tiga negara mayoritas Muslim terdekat seperti Afghanistan, Pakistan dan Bangladesh.

Perdana Menteri Narendra Modi menyangkal hal ini dan mengatakan bahwa dia hanya berusaha memberikan amnesti kepada minoritas yang dianiaya.

Namun hal itu diprotes oleh ratusan ribu orang di India baik umat Islam maupun Hindu.

Baca juga: Kisah Heroik Polisi India: Lintasi Batas Negara secara Ilegal demi Selamatkan Warga Sipil

Mereka juga melakukan beberapa aksi seperti duduk bersama di Shaheen Bagh di Delhi.

UU Kewarganegaraan India ini memberikan kewarganegaraan pada minoritas agama.

Pemerintah yang dipimpin Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata (BJP) mengatakan akan memberi perlindungan kepada orang-orang yang melarikan diri dari penganiayaan agama.

Namun para kritikus meyakini bahwa UU Kewarganegaraan India adalah bagian dari upaya BJP untuk memarjinalisasikan umat Islam.

Baca juga: India Bayar Pelatih Bulu Tangkis asal Indonesia Rp 114 Juta Per Bulan



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X