Virus Corona Disebut Bunuh 210 Orang di Iran

Kompas.com - 29/02/2020, 08:39 WIB
Perempuan Iran mengenakan masker wajah berjalan melewati jalan Teheran, Iran, 26 Februari 2020. Menurut Departemen Kesehatan, setidaknya 139 orang didiagnosis dengan virus corona di negara itu dan sembilan belas orang telah meninggal di Iran.  EPA-EFE/ABEDIN TAHERKENAREH ABEDIN TAHERKENAREHPerempuan Iran mengenakan masker wajah berjalan melewati jalan Teheran, Iran, 26 Februari 2020. Menurut Departemen Kesehatan, setidaknya 139 orang didiagnosis dengan virus corona di negara itu dan sembilan belas orang telah meninggal di Iran. EPA-EFE/ABEDIN TAHERKENAREH

TEHERAN, KOMPAS.com - Setidaknya 210 orang dikabarkan menjadi korban meninggal di Iran karena virus corona, demikian keterangan sumber dari rumah sakit.

Dilansir BBC Persia Jumat (28/2/2020), kebanyakan korban berasal dari ibu kota Teheran, dan kota Qom yang dianggap sebagai lokasi penyebaran pertama.

Jika benar, angka korban meninggal virus corona di China hampir tujuh kali lipat dari yang dipaparkan pemerintah pada Jumat waktu setempat.

Baca juga: [POPULER INTERNASIONAL] Wakil Presiden Iran Positif Terjangkit Virus Corona | WNI di Wuhan Tak Terevakuasi Kecewa pada Pemerintah RI

Saat itu, Teheran mengumumkan bahwa 34 orang meninggal dengan 388 lainnya terinfeksi penyakit yang pertama kali terdeteksi di China.

Juru bicara kementerian kesehatan, Kianush Jahanpur, bersikukuh pihaknya sudah transparan dan menuding BBC telah menyebarkan kebohongan.

Pernyataan itu terjadi setelah sejumlah anggota parlemen dari Qom menuduh pemerintah menutup-nutupi kabar sebenarnya korban Covid-19.

Sementara Amerika Serikat (AS) mengkhawatirkan bahwa negara yang dipimpin Ayatollah Ali Khamenei itu tidak memberikan informasi penting.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dalam pernyataan kepada Kongres AS menuturkan, Gedung Putih sudah menawarkan bantuan kepada Iran.

Baca juga: Setelah Menteri, Wakil Presiden Iran Positif Terjangkit Virus Corona

"Infrstruktur kesehatan mereka kuno. Sampai saat ini, kesediaan mereka untuk berbagi informasi terkait apa yang terjadi... Iran belum kuat," kata Pompeo.

Juru bicara kementerian luar negeri Abbas Mousavi menolak penawaran tersebut, di mana mereka menyalahkan AS yang sudah memberikan sanksi dan tekanan.

"Klaim bantuan kepada Iran dari negara yang sudah menerapkan terorisme ekonomi dan memblokir rencana pembelian peralatan medis konyol dan permainan politik-psikologis," jelasnya.

Dalam kicauannya di Twitter, Jahanpur menyatakan publik diminta berdiam di rumah, menerapkan aturan ketat terkait lalu lintas.

Baca juga: Berjibaku Lawan Virus Corona, Iran Juga Berjuang Bangkit dari Gempa

Kemudian Menteri Kesehatan Saeed Namaki mengumumkan, sekolah-sekolah di seluruh negeri bakal ditutup pada Sabtu (29/2/2020) sebagai pencegahan.

Dalam keterangannya di televisi nasional, Namaki menjelaskan mereka sudah mengalami pekan yang buruk, di mana puncak penyebaran bakal terjadi pekan depan.

Sementara anggota Dewan Teheran City mengemukakan kepada Ilna, jumlah pasien yang terinfeksi Covid-19 bisa meningkat 10.000-15.000 di pekan mendatang.

Kepala Program Darurat Badan Kesehatan Dunia (WHO), Dr Michael Ryan menuturkan, tingginya angka kematian di Iran menunjukkan infeksinya sudah menyebar dari yang diperkirakan.

Dia mengatakan bahwa misi WHO bakal sampai paling lambat Senin (2/3/2020), di mana dia mengungkapkan ada masalah terkait akses ke Iran. Namun dia dibantu Uni Emirat Arab.

Baca juga: Dampak Virus Corona di Iran, Shalat Jumat Diliburkan

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber BBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X