Kompas.com - 28/02/2020, 16:11 WIB

Sampai Kamis (27/2/2020) video yang ditampilkan telah disaksikan oleh 520 juta penonton, menurut pantauan The Guardian.

Begitu juga dengan video yang beredar di situs microblogging Twitter, banyak orang yang mengomentarinya.

"Saya suka pertempuran ini, sangat organik," ucap salah satu akun di twitter, dikutip dari New York Post.

"Saya sangat kagum dan terkesan dengan solusi yang dihasilkan Cina dalam menghadapi tantangan," tulis akun lainnya.

Meski banjir tanggapan positif, tapi beberapa ahli meragukan cara ini akan berhasil.

"Bebek adalah makhluk air, dan di daerah gurun seperti Pakistan suhunya sangat tinggi," kata profesor Universitas Pertanian China, Zhang Long, dikutip dari New York Post.

Baca juga: Hama Belalang Kumbara Serang 4 Kecamatan di Sumba Timur

Memang benar bebek telah dipakai sebagai "senjata perang" melawan belalang sejak zaman dulu, tapi program ini belum ditetapkan sebagai bantuan pemerintah dan masih dalam tahap uji coba.

Pada 2000 misalnya, China mengirim 30 ribu ekor bebek dari Provinsi Zhejian ke Xinjiang untuk mengatasi serangan belalang.

Sebaliknya, Zhang menganjurkan untuk memakai insektisida tradisional untuk meredakan wabah.

Para ilmuwan juga diminta segera menciptakan sesuatu yang manjur untuk melawan wabah ini. Sebab, jumlah belalang sudah terlalu banyak akibat perubahan iklim.

Pekan lalu, jutaan belalang menghitamkan langit di Timur Tengah, sementara gerombolan belalang di Kenya menyebabkan kerusakan senilai 70 juta dollar AS (sekitar Rp1 triliun).

Itu adalah wabah terburuk di Kenya dalam 70 tahun terakhir.

Jika tidak segera diatasi, jumlah belalang akan bertambah 500 kali lipat pada Juni mendatang. Demikian peringatan yang disampaikan PBB.

Baca juga: Tiwul dan Belalang Diburu Pemudik dan Wisatawan di Gunungkidul

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.