Lawan Hama Belalang di Pakistan, China Kerahkan 100 Ribu "Tentara" Bebek

Kompas.com - 28/02/2020, 16:11 WIB
Seorang pria menggiring bebek-bebeknya di padang rumput di Hami, China (9/7/2017). China Daily China Daily InformatSeorang pria menggiring bebek-bebeknya di padang rumput di Hami, China (9/7/2017).

Sampai Kamis (27/2/2020) video yang ditampilkan telah disaksikan oleh 520 juta penonton, menurut pantauan The Guardian.

Begitu juga dengan video yang beredar di situs microblogging Twitter, banyak orang yang mengomentarinya.

"Saya suka pertempuran ini, sangat organik," ucap salah satu akun di twitter, dikutip dari New York Post.

"Saya sangat kagum dan terkesan dengan solusi yang dihasilkan Cina dalam menghadapi tantangan," tulis akun lainnya.

Meski banjir tanggapan positif, tapi beberapa ahli meragukan cara ini akan berhasil.

"Bebek adalah makhluk air, dan di daerah gurun seperti Pakistan suhunya sangat tinggi," kata profesor Universitas Pertanian China, Zhang Long, dikutip dari New York Post.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Hama Belalang Kumbara Serang 4 Kecamatan di Sumba Timur

Memang benar bebek telah dipakai sebagai "senjata perang" melawan belalang sejak zaman dulu, tapi program ini belum ditetapkan sebagai bantuan pemerintah dan masih dalam tahap uji coba.

Pada 2000 misalnya, China mengirim 30 ribu ekor bebek dari Provinsi Zhejian ke Xinjiang untuk mengatasi serangan belalang.

Sebaliknya, Zhang menganjurkan untuk memakai insektisida tradisional untuk meredakan wabah.

Para ilmuwan juga diminta segera menciptakan sesuatu yang manjur untuk melawan wabah ini. Sebab, jumlah belalang sudah terlalu banyak akibat perubahan iklim.

Pekan lalu, jutaan belalang menghitamkan langit di Timur Tengah, sementara gerombolan belalang di Kenya menyebabkan kerusakan senilai 70 juta dollar AS (sekitar Rp1 triliun).

Itu adalah wabah terburuk di Kenya dalam 70 tahun terakhir.

Jika tidak segera diatasi, jumlah belalang akan bertambah 500 kali lipat pada Juni mendatang. Demikian peringatan yang disampaikan PBB.

Baca juga: Tiwul dan Belalang Diburu Pemudik dan Wisatawan di Gunungkidul

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.