Kompas.com - 28/02/2020, 15:15 WIB

Saat anggota parlemen dari koalisi yang berkuasa kala itu, yang meraih kemenangan di pemilu 2018, bergabung dengan kelompok-kelompok oposisi untuk membentuk pemerintahan baru.

Langkah itu terlihat seperti hendak mengeluarkan Anwar dan sekutunya dari pemerintahan, dan menghentikannya jadi perdana menteri.

Mahathir kemudian mendinginkan suasana dengan berjanji menyerahkan kekuasaan pada Anwar, tetapi banyak pihak yang meragukan dia akan benar-benar melakukannya.

Baca juga: INFOGRAFIK: Perjalanan Politik Mahathir Mohamad

Hubungan Mahathir dengan Anwar meruncing selama tahun 1990-an. Mahathir sempat memecat Anwar sebagai wakilnya, dengan tuduhan sodomi yang memenjarakan Anwar.

Keduanya sempat berdamai untuk menggulingkan rezim kepemimpinan Najib Razak yang korup, karena menjarah dana investasi negara senilai miliaran dolar AS.

Dana tersebut dihabiskan Najib untuk berfoya-foya, mulai dari membeli kapal pesiar super mahal hingga karya seni yang tinggi harganya.

Baca juga: 3 Opsi yang Bakal Terjadi Selepas Mahathir Mohamad Mundur

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.