AS Minta Rezim Assad dan Sekutunya Hentikan Kekejaman di Idlib

Kompas.com - 28/02/2020, 11:31 WIB
Duta AS untuk NATO, Kay Bailey Hutchison sedang berbicara dengan Menteri Pertahanan AS Mark Esper di Belgia. 13 Februari 2020. 
REUTERS/Francois Lenoir FRANCOIS LENOIRDuta AS untuk NATO, Kay Bailey Hutchison sedang berbicara dengan Menteri Pertahanan AS Mark Esper di Belgia. 13 Februari 2020. REUTERS/Francois Lenoir

WASHINGTON, KOMPAS.com - AS pada Kamis (27/02/2020) meminta rezim Suriah dan sekutunya, Rusia untuk menghentikan aksi kekejaman di provinsi Idlib setelah 33 tentara turki tewas.

Dilansir dari AFP, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS mengutarakan, "Kami mendukung sekutu NATO kami, Turki, dan meminta kepada rezim Assad, Rusia dan Iran untuk menghentikan kekejaman ini."

Pihak AS juga sedang mengusahakan bantuan dan dukungan kepada Turki.

Baca juga: Serangan Udara di Idlib, 33 Tentara Turki Tewas

Dikabarkan dari Gulfnews, sebelumnya Kay Bailey Hutchison bereaksi atas laporan awal kematian sebanyak 33 tentara Turki.Dia mengatakan insiden itu adalah "perubahan besar".

Hubungan AS dan Turki memburuk pada tahun lalu karena intervensi militer Ankara di Suriah serta pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia.

 

Hal itu jelas bertentangan dengan peringatan sekutu di NATO, aliansi yang dibuat untuk melawan Moskwa.

"Saya berharap Presiden Erdogan akan melihat bahwa kita adalah sekutu dari masa lalu dan masa depan mereka dan mereka perlu menjatuhkan S-400," kata Hutchison kepada wartawan di Washington saat itu.

“Mereka tahu siapa Rusia, mereka melihat apa yang sedang mereka lakukan sekarang, dan jika mereka menyerang pasukan Turki, maka itu akan lebih penting daripada segala sesuatu yang terjadi antara Turki dan Rusia,” katanya.

Baca juga: Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

AS mengatakan sistem S-400 akan melukai NATO dengan memungkinkan Rusia meningkatkan pelacakan pesawat Barat.

Respon AS dan PBB ini mencuat setelah puluhan tentara Turki tewas terbunuh pada serangan udara di Idlib, Suriah.

Peristiwa eskalasi dramatik itu terjadi saat perang berlangsung dan mengontrol kubu oposisi terakhir.

Otoritas Turki melaporkan setidaknya 33 orang anggota militernya tewas akibat serangan udara pada Kamis (27/02/2020) malam.

Baca juga: Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X