Kompas.com - 27/02/2020, 11:35 WIB

Lebih lanjut, Chief Executive Officer (CEO) SIA Group, Goh Choon Phong, mengatakan virus corona memberi dampak yang signifikan pada dunia penerbangan, terutama di Asia sejak virus ini pertama mewabah pertengahan Januari lalu.

Hal tersebut mengakibatkan turunnya permintaan, yang berbuntut pada rendahnya tingkat keterisian kursi di semua pasar yang dipegang SIA Group.

Baca juga: Heboh Pasien Suspect Corona Meninggal Lalu Dibungkus Plastik di Semarang, Ini Penjelasan Rumah Sakit

SIA Group yang tediri dari Singapore Airlines, SilkAir, dan Scoot, telah menangguhkan lebih dari 3.000 penerbangan dari Februari hingga akhir Mei, untuk mengurangi dampak penurunan permintaan.

Angka tersebut merupakan 9,9 persen dari total jumlah penerbangan SIA Group sampai akhir Mei 2020.

Sebagai gantinya agar SIA Group tetap beroperasi dengan sumber daya yang ada, mereka akan menyesuaikan kapasitas dengan perubahan pola permintaan di pasar.

Goh juga menuturkan akan ada tindakan untuk menghemat bujet perusahaan dan mengurangi biaya yang telah diambil.

"Pengeluaran modal telah ditangguhkan, dan kami memperketat pengeluaran operasional."

"Kami juga secara aktif menghubungi pemasok dan mitra kami untuk membahas langkah-langkah mitigasi tambahan selama masa sulit ini," ungkapnya pada The Straits Times.

Baca juga: Update Virus Corona 27 Februari: 2.804 Meninggal, 82.166 Terinfeksi

Goh mencontohkan, tim komersial telah bekerja sama dengan agen pariwisata dan mitra perjalanan di seluruh dunia untuk secara agresif mendorong penjualan.

Mereka juga berupaya keras untuk mempromosikan perjalanan udara dari dan ke Singapura.

Sama seperti Cathay Pacific, Goh juga mengakui ini adalah masa sulit bagi SIA Group, tapi mereka telah terbukti bisa bangkit dari keterpurukan sebelumnya.

"(Saya yakin) akan ada angin segar setelah ini. Grup ini telah berhasil melalui masa sulit di tragedi 9/11, wabah SARS, dan krisis finansial global di tahun 2008."

"Saya juga yakin bahwa bersama kita bisa melalui (masa sulit) ini, dan bersatu lagi untuk jadi lebih kuat." pungkasnya.

Baca juga: Melemah, Rupiah Sepanjang Hari Ini Akan Dibayangi Dampak Sentimen Corona

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.