Kompas.com - 27/02/2020, 11:35 WIB

Jumlah penerbangan menurun drastis, ditambah dengan maraknya pembatalan penerbangan.

Sekitar 200 ribu penerbangan dari dan ke China dibatalkan, menurut laporan dari penyedia data penerbangan, Cirium.

Singapore Airlines Group tempuh langkah yang sama

Maskapai penerbangan asal Negeri "Singa", Singapore Airlines (SIA) Group, juga menempuh langkah yang sama seperti Cathay Pacific.

Dilansir dari The Straits Times, SIA Group telah menghentikan proses rekrutmen dan meminta pegawainya cuti tanpa bayaran.

Kebijakan ini tempuh semata-mata untuk melindungi para karyawan, demikian yang dilaporkan The Straits Times.

Setelah maraknya pembatalan penerbangan, SIA Group mengalami kelebihan tenaga kerja sebanyak 500 anggota awak kabin dan 50 pilot.

Baca juga: Didakwa FA soal Video Virus Corona, Dele Alli Terancam Larangan Bertanding

Menanggapi hal tersebut, pada Selasa (25/2/2020) pihak SIA Group mengatakan,

"Untuk merespon Covid-19, pembekuan rekrutmen umum telah diterapkan untuk semua posisi di darat, dan perjalanan tugas yang tidak penting telah ditangguhkan."

"Kami selalu memantau perkembangan situasi ini secara intens, dan akan menentukan tindakan yang tepat."

"Kami tidak akan melakukan apa pun yang membahayakan daya saing jangka panjang SIA Group," demikian keterangan resmi SIA Group dikutip dari The Straits Times.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.