Kompas.com - 23/02/2020, 14:50 WIB

Kepala universitas sains medis Qom, Mohammadreza Ghadir menyatakan saat ini mereka membutuhkan pertolongan sebagai lokasi yang paling parah terkena Covid-19.

"Jika ada yang bisa saya katakan, itu adalah 'bantu Qom'," ujar Ghadir. Tidak diketahui bagaimana virus tersebut masuk ke Iran.

Baca juga: 2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Namun berkembang spekulasi, bahwa virus yang pertama kali dilaporkan pada Desember 2019 itu dibawa oleh pekerja asal China.

Menurut Menteri Kesehatan Minoo Mohraz, dia merujuk klaimnya bahwa tidak ada warga Qom yang punya sejarah ke Negeri "Panda".

"Sumbernya kemungkinan adalah tenaga kerja asal China yang bekerja di Qom dan baru saja bepergian di sana," jelas Mohraz tanpa menyertakan bukti klaimnya.

Sementara di ibu kota Teheran, pemerintah menutup bistro dan air mancur yang terletak di stasiun bawah tanah sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Pemerintah juga memutuskan membatalkan pertandingan sepak bola selama 10 hari, dan menangguhkan kegiatan seperti pembersihan harian bagi kereta hingga bus umum.

Baca juga: Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Jurnalis Al Jazeera Assed Baig yang melaporkan dari ibu kota berkata, masyarakat mengalami keresahan sejak virus corona menyebar.

Mereka mempertanyakan berapa jumlah sebenarnya yang sudah tertular. "Mereka tidak terlalu percaya kepada pemerintah buntut pesawat Ukraina yang ditembak jatuh," jelas Baig.

Dia merujuk kepada insiden pada 8 Januari, di mana maskapai Ukraine International Airlines bernomor penerbangan 752 yang jatuh setelah dihantam dua rudal Iran.

Seluruh 176 penumpang dan kru tewas seketika, dengan Teheran sempat menyanggah selama tiga hari sebelum akhirnya mengakuinya.

Insiden tersebut terjadi setelah Iran membombardir dua pangkalan AS sebagai balasan atas kematian jenderal top Qasem Soleimani.

Baca juga: Virus Corona Bikin Sandiaga Uno Cuci Tangan sampai 20 Kali Sehari

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.