Kompas.com - 22/02/2020, 22:25 WIB

Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu menilai bukanlah masalah bagi dia untuk menunggu 6 bulan lebih lambat dari kesepakatan awal koalisi.

Seperti diketahui, Pakatan telah sepakat bahwa Anwar akan menggantikan Mahathir dua tahun setelah koalisi berkuasa yaitu pada Mei 2020.

Apakah Anwar akan menjadi PM ke-8 memang terus menjadi pertanyaan terbesar yang menyelimuti Malaysia.

Baca juga: Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Bukan rahasia lagi hubungannya yang pasang surut dengan Mahathir memicu pertanyaan apakah Dr M tulus kali ini menginginkan mantan musuh politiknya ini menjadi suksesornya.

Gerakan di parlemen untuk menjegal Anwar mencapai mayoritas 112 kursi sudah menjadi rahasia terbuka antara politisi Malaysia.

Alasan lain yang kerap dimunculkan untuk menolak Anwar adalah masalah kelayakan moralnya. Politisi 72 tahun ini pernah dua kali dipenjara karena didakwa melakukan sodomi.

Anwar membantah keras dan menyebut pemenjaraannya jelas upaya untuk membungkam dan membunuh karir politiknya.

Faktor lain yang juga didengungkan adalah kekhawatiran bahwa Anwar akan menghapuskan keistimewaan hak bumiputera yang khusus diberikan kepada suku Melayu.

Tentunya elit politik dan bisnis merasa kepentingan mereka akan terancam jika Anwar mengambil kebijakan itu.

Baca juga: Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Apalagi, jika dia melakukan pembersihan terhadap korupsi yang masih merajalela.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.