Kompas.com - 22/02/2020, 14:40 WIB

Penurunan kasus baru virus corona datang ketika pejabat di provinsi Hubei diperintahkan untuk merevisi angka untuk menghapus "keraguan" di sekitar data.

Pemerintah telah merevisi secara retroaktif terkait data yang dilaporkan sebelumnya selama dua hari pada pekan lalu, yang terbaru dalam serangkaian amandemen yang dilaporkan secara resmi di pusat penyebaran virus corona, di kota Wuhan, provinsi Hubei.

Beberapa perubahan pada metode penghitungan Hubei telah mempunyai upaya rumit lebih lanjut dalam melacak penyebaran virus.

Pemerintah China mengungkapkan adanya kasus-kasus lamban adalah bukti bahwa tindakan penahannya yang drastis berhasil tapi infeksi baru muncul di dua rumah sakit Beijing. Lebih dari 500 kasus lainnya dilaporkan di penjara-penjara di seluruh negeri.

Pada pertemuan Politburo yang dipimpin oleh presiden China, Xi Jinping pada jumat, dikatakan oleh Jinping bahwa puncak epidemi belum tiba. Situasi di Hubei dan Wuhan tetap suram dan kompleks.

Banyak negara telah melarang pelancong dari China dan maskapai menunda penerbangan menuju dan dari negara itu.

Baca juga: Kematian Bertambah, Ini Perkembangan Virus Corona di Korea Selatan dan Iran

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.