Pejabat Pentagon: AS Harus Bersiap jika Terjadi Konflik Militer dengan China

Kompas.com - 21/02/2020, 18:31 WIB
Foto yang diambil pada Desember 2016, menunjukkan jet tempur J-15 milik China yang bersiap untuk lepas landas dari kapal induk Liaoning. AFP / STRFoto yang diambil pada Desember 2016, menunjukkan jet tempur J-15 milik China yang bersiap untuk lepas landas dari kapal induk Liaoning.

Dia mengatakan, relasi tersebut akan memberikan keuntungan "asimetris" yang tidak bisa dikalahkan Beijing, serta membuka pasar dan perbatasan yang bebas.

Pentagon sudah menetapkan aliansi pertahanan di Asia Tenggara dan Pasifik melalui persekutuan Indo-Pasifik. Meski begitu, sekutu juga dibuat dengan Negeri "Uncle Sam".

Terutama di masa pemerintahan Presiden Donald Trump, di mana dia menggunakan pendekatan agresif seperti menaikkan tarif, hingga keluar dari perjanjian multilateral.

Sbragia menolak membeberkan jika Washington terkejut dengan langkah Filipina yang hendak keluar dari pakta militer dua negara.

Baca juga: Kapal Militer China Kabur Usai Tabrak Kapal Kontainer Taiwan

Negara kepulauan itu terletak di Laut China Selatan, yang menjadi lokasi potensial bagi Beijing jika ingin mengembangkan militer di wilayah sengketa.

Sbragia hanya berkata upaya China untuk menarik sekutunya tak membuatnya terkejut. "Ini kompetisi. Kita harus melihatnya dengan jernih. Negeri ini tengah dalam tekanan," paparnya.

Dia melanjutkan, untuk menghadapi Negeri "Panda" diperlukan peningkatan strategi militer, penggunaan anggaran secara efektif, hingga menjaga teknologi AS.

Sbragia memaparkan bagaimana China mempunyai cetak biru yang ambisius. Selain kepemilikan pangkalan luar negeri, juga ada penyatuan Taiwan, kalau perlu secara paksa.

Berbagai proyek ambisius yang dibawakan negara pimpinan Presiden Xi Jinping itu membuat potensi konflik militer, ujar Sbragia, tak terhindarkan.

Meski begitu, Sbragia menegaskan bahwa kompetisi dengan China bukan berarti konfrontasi, atau harus berujung terhadap konflik.

"Washington berharap bisa mempertahankan relasi pertahanan yang konstruktif, stabil, dan berorientasi terhadap hasil," jelasnya.

Baca juga: Sambut Imlek, Begini Cara Tentara China Ucapkan Selamat Tahun Baru

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X