Kompas.com - 19/02/2020, 19:27 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin menjabat tangan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat bertemu di Moskwa pada Senin (8/4/2019). AFP/MAXIM SHIPENKOVPresiden Rusia Vladimir Putin menjabat tangan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat bertemu di Moskwa pada Senin (8/4/2019).

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia memberikan peringatan setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengancam bakal menyerang Suriah jika tak menarik pasukan.

Kremlin merupakan sekutu utama Presiden Bashar al-Assad, dan membantu Damaskus untuk menggamit satu demi satu wilayah yang dikuasai pemberontak.

Dalam pertemuan politisi Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) di parlemen, Erdogan mengancam agar Suriah menarik pasukannya di belakang militer Turki.

Baca juga: Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer Secepatnya

Ankara yang mendukung sejumlah kelompok pemberontak, dibuat berang setelah Damaskus menggelar serangan di Idlib, basis terakhir penentang pemerintah.

Dalam dua pekan, setidaknya ada 13 tentara Turki yang gugur diserang Suriah, dengan Ankara membalas dan mengklaim banyak korban jiwa dari musuh.

Jika tidak, mantan Wali Kota Istanbul periode 1994 sampai 1998 itu bakal mengerahkan tentara dan menggelar operasi militer pada akhir bulan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menanggapi ancaman itu, Rusia melalui juru bicara pemerintah Dmitry Peskov menuturkan agar Ankara tak coba-coba menyerang Assad.

"Jika yang dibicarakan adalah serangan terhadap pemerintahan maupun pasukan sah Suriah, maka tentu saja akan menjadi skenario terburuk," tegas Peskov.

Diwartakan AFP Rabu (19/2/2020), Moskwa tidak akan menghalangi Turki jika yang disasar adalah "kelompok teroris" di Idlib, sesuai kesepakatan mereka.

Baca juga: Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Dia merujuk kepada perjanjian dua negara di 2018, di mana mereka sepakat melaksanakan zona demiliterisasi di wilayah Idlib.

Dalam wilayah tersebut, baik Erdogan maupun Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat untuk melenyapkan "kombatan radikal" dari Idlib.

"Kremlin menuturkan bahwa kelompok teroris itu masih beroperasi di kawasan barat laut Suriah. "Kami masih terus melanjutkan pembicaraan dengan Turki," jelas Peskov.

Pengumuman dari Erdogan terjadi sehari setelah pejabat PBB memperingatkan akan adanya ancaman kemanusiaan di wilayah barat laut Suriah itu.

Hampir 300 warga sipil terbunuh pada 2020 ini, dengan 93 persen penyebab kematian dikarenakan serangan dari Suriah dan Kremlin, demikian keterangan PBB.

Baca juga: Erdogan Ancam Suriah Bakal Membayar Mahal jika Tentaranya Diserang

Presiden Bashar al-Assad berjanji pada pekan ini, bahwa dirinya akan terus menggempur benteng terakhir pemberontak untuk meraih "kemenangan sempurna".

Pekerja kemanusiaan Suriah pun menyerukan adanya gencatan senjata dan bantuan dari internasional demi hampir satu juta orang yang mengungsi.

Dalam konferensi pers di Istanbul, Aliansi NGO Suriah menuturkan kamp pengungsian yang ada sudah penuh, dengan pengungsi terpaksa tidur di tempat terbuka.

"Kami menghadapi salah satu krisis perlindungan terburuk, sekaligus pergerakan skala besar IDP (pengungsi internal) yang tak punya tempat," jelas Aliansi NGO Suriah.

Dalam keterangan NGO tersebut, para pengungsi terancam meninggal karena cuaca buruk di tengah upaya mereka berlindung dari konflik.

"Situasi di barat laut sudah tidak bisa dipertahankan. Bahkan oleh standar buruk Damaskus sekalipun," kata Direktur Eksekutif Unicef, Henrietta Fore.

Baca juga: Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung Teroris di Suriah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.