Kompas.com - 16/02/2020, 14:32 WIB

CANBERRA, KOMPAS.com - Sekitar 18 siswa sebuah sekolah di Australia menyanyikan lagu "Abang Tukang Bakso" saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung pada 9-10 Februari.

Video yang dirilis oleh ABC Indonesia itu diunggah oleh Duta Besar Australia untuk RI, Gary Quinlan, di Twitter pada Rabu (12/2/2020).

"Selamat pagi. Kami murid-murid Scott's Head Public School mengucapkan selamat datang Pak Jokowi di Australia," ujar 18 siswa itu.

Baca juga: Ini Kata Istana soal Jokowi Salaman dengan Pendukung Pembebasan Papua di Australia

Segera setelah itu, seorang guru yang berdiri di belakang mereka menuturkan ada sebuah lagu yang akan dipersembahkan untuk presiden 58 tahun itu.

Setelah itu, para murid Scott's Head Public School menyanyikan lagu Abang Tukang Bakso yang digubah oleh Mamo/Agil tersebut.

Saat dihubungi Kompas.com Sabtu (15/2/2020), Murtala selaku pihak yang mengunggah video itu menuturkan, mereka merekamnya sebagai ucapan selamat datang.

"(Video) itu direkam hari Senin (10/2/2020) pagi. Kami tidak tampil," jelas guru bantu Bahasa Indonesia di Scott's Head Public School itu.

Pria yang sudah tinggal di Negeri "Kanguru" selama 12 tahun terakhir itu menuturkan, mereka memilih lagu tersebut tak hanya karena menjadi favorit murid-murid.

Namun juga ketika pelajaran, mereka sempat membuat mencicipi olahan daging berkuah, dan juga membuat gerobak bakso yang terbuat dari bambu.

Pada Senin kemarin, Murtala menyampaikan ide untuk menyambut Presiden Jokowi kepada Kepala Sekolah Gillian Stuart, dan Koordinator Bahasa Indonesia, Karl Krause.

Oleh Gillian, Murtala diminta mengungkapkan idenya itu di hadapan anak-anak yang sedang berkumpul di ruang budaya, di mana tanggapan mereka positif.

Baca juga: Presiden Jokowi di Hadapan Anggota Parlemen Australia: Good Day Mate

"Lalu saya tanya siapa yang masih ingat lagu Abang Tukang Bakso karena sudah belajar selama empat bulan. Ya hampir semua anak bisa," terangnya.

Dia juga tidak lupa menanyakan siapa saja yang sudah mendapat izin dari orangtuanya bersedia direkam dan dikirimkan kepada media.

Izin itu, menurut Murtala, sangat penting. Setiap awal tahun, pihak sekolah akan mengirim surat mengenai kesediaan orangtua murid agar anaknya direkam.

Nantinya, rekaman tersebut bakal diunggah media sosial dengan tujuan pendidikan. "Setelah ambil video, tanpa edit saya kirimkan kepada ABC," jelasnya.

Lebih lanjut, Scott's Head Public School yang berlokasi delapan jam dari ibu kota Canberra itu memiliki 120 anak, dan terbagi mulai dari TK hingga Kelas 6.

Baca juga: Jokowi: Pemuda RI dan Australia Berwawasan Global, Familiar dengan Netflix dan Instagram

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.