Kompas.com - 14/02/2020, 17:14 WIB
Wartawan memakai alat pelindung khusus, seperti sendal karet, baju pengaman khusus, dan masker untuk memasuki laboratorium yang memeriksa sampel media pembawa virus Corona untuk penelitian di Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Sri Oemijati, Jl. Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020). Total ada 64 spesimen yang dikirim ke lab Badan Litbangkes, 2 kasus diantaranya masih dalam pemeriksaan, sedangkan 62 lainnya negatif virus corona. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWartawan memakai alat pelindung khusus, seperti sendal karet, baju pengaman khusus, dan masker untuk memasuki laboratorium yang memeriksa sampel media pembawa virus Corona untuk penelitian di Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Sri Oemijati, Jl. Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020). Total ada 64 spesimen yang dikirim ke lab Badan Litbangkes, 2 kasus diantaranya masih dalam pemeriksaan, sedangkan 62 lainnya negatif virus corona.

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga masker di Indonesia meroket, di mana kenaikannya bisa menyentuh level 10 kali lipat di tengah wabah virus corona.

Sejumlah media internasional seperti Straits Times melaporkan bahwa harga pelindung hidung dan mulut tersebut bisa melebihi harga satu gram emas.

Di tengah melonjaknya harga masker di tengah virus corona, terbersit pertanyaan bagaimana harga masker di negara lain.

Baca juga: Lonjakan Harga Masker di Indonesia Jadi Sorotan Media Internasional

Dilansir dari berbagai sumber, berikut merupakan cara pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun penjual di negara lain, untuk menjaga kestabilan harga.

1. Hong Kong 

Dilansir South China Morning Post, Sebanyak 10 ribu orang rela mengantre di depan pabrik industri besar di Kowloon untuk mendapatkan masker pelindung wajah.

Masker ini dijanjikan oleh industri tersebut sebanyak ribuan kotak setelah ketersediaannya di toko resmi merosot.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setiap kotak berisi 50 lembar masker masih dihargai sebesar 80 dollar Hong Kong atau setara dengan Rp 140 ribu. Separuh harga dari satu kotak masker di Indonesia yang sudah meroket harganya.

Baca juga: YLKI Desak Pemerintah Turun Tangan Kontrol Harga Masker yang Melonjak

Masker tersebut dikirim dari Dubai, sebuah perusahaan yang tidak memiliki sertifikasi kesehatan karena waktu yang diperlukan cukup singkat.

Manajer Proyek Luck Well selaku pihak penjual, Jerry Law, menuturkan bahwa pihaknya bisa menjual dengan harga yang lebih tinggi.

Atau kalau pun dijual ke pihak pengecer, mereka juga tetap akan meraup untung karena harganya bisa meningkat beberapa kali lipat.

"Kami tidak akan mengambil untung dari penjualan masker ini. Harganya saja sebenarnya sudah hampir menyentuh ongkos mendatangkannya," papar Law.

Baca juga: Kala Virus Corona Picu Harga Masker hingga Bawang Putih Melonjak

2. Thailand

Pemerintah Thailand menyatakan, mereka memerintahkan agar masker maupun sanitizer berbasis alkohol masuk dalam daftar harga nasional.

Diberitakan Bangkok Post, Menteri Perdagangan Jurin Laksanawisit mengatakan kebijakan tersebut masuk ke dalam upaya menangkal virus corona.

Setiap pabrik, distributor, eksporter dan importer harus memberitahukan kepada Departemen Perdagangan Internal mengenai biaya produksi, harga jual, volume produksi, volume ekspor dan impor serta stok label harga.

Mereka yang mengekspor lebih dari 500 unit perlu mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari departemen terkait.

Baca juga: Perawat yang Tangani Pasien Virus Corona Jadi Gundul, Ini Alasannya...

Direktur Umum Perdagangan Internal, Whichai Phochanakij berujar, Pemerintah Thailand bakal membatasi penggunaan masker maksimal 10 lembar per orang saat membeli.

Keputusan tersebut dilakukan sebagai pertimbangan untuk bertahan selama 15 hari, demikian keterangan Whichai.

Dia juga mengatakan, pihaknya juga memantau harga pasaran. Dia mengancam oknum yang hendak menimbun dan menaikkan secara tidak wajar.

Whichai menegaskan, jika ada oknum nakal yang seenaknya mengambil keuntungan pribadi bakal dipenjara selama tujuh tahun, atau didenda 140 ribu baht, sekitar Rp 61 juta.

Keputusan tersebut mengacu kepada Undang-undang Harga Barang dan Jasa Tahun 1999, di mana para pelanggar bisa dipenjara selama lima tahun atau denda 100 ribu baht, Rp 43 juta, atau keduanya.

Baca juga: Enam Orang Tenaga Medis China Meninggal Akibat Virus Corona

3. China

Dilansir dari China Daily, regulator pasar China melakukan inspeksi kenaikan harga masker dan menindaklanjuti produksi masker ilegal yang berpotensi membuat virus corona tipe baru. 

Wakil Kepala Administrasi dan Regulasi Pasar China, Gan Lin mengatakan bahwa pihak administrasi telah memperkuat usaha dalam pemastian harga dan kualitas yang berkaitan dengan barang-barang medis.

Otoritas regulator pasar China mengirim 390 ribu orang lebih untuk meningkatkan pengawasan terhadap harga-harga alat perlindungan dari virus epidemik. Mereka juga menghukum aktivitas seperti penimbunan dan fabrikasi.

Baca juga: Harga Masker N95 di Pasar Pramuka Masih Tinggi, Rp 1,6 Juta Per Boks

Salah satu kasus yang pernah terjadi ada di distrik Fengtai, provinsi Beijing, sebuah toko obat didenda sebanyak 3 juta yuan atau setara dengan Rp 5,8 milyar.

Toko tersebut didenda karena telah menaikkan harga masker wajah sampai 850 yuan atau setara Rp 1,6 juta per kotak. Harga tersebut naik enam kali lipat dari harga aslinya.

Pihak administrasi juga telah menginspeksi produksi dan penjualan masker yang tidak berkualitas, yang palsu dan kadaluwarsa sebagai upaya perlindungan untuk publik.

Di kota Foshan, Provinsi Guangdong, otoritas lokal telah menutup pabrik pembuatan masker medis tanpa lisensi resmi dan menahan barang bukti sejumlah 175 ribu masker palsu. Berikut pula tiga bagian benda atau alat produksi dan lebih dari 80 kotak material lainnya.

Baca juga: Tidak Hanya Masker, Stok Hand Sanitizer Juga Langka di Pasar Pramuka

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.