Kompas.com - 14/02/2020, 11:55 WIB
Dalam foto yang diambil pada 28 November 2019, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara kepada pasukan AS di Pangkalan Udara Bagram Afghanistan sebagai kunjungan dadakan di Hari Thanksgiving. AFP/OLIVIER DOULIERYDalam foto yang diambil pada 28 November 2019, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara kepada pasukan AS di Pangkalan Udara Bagram Afghanistan sebagai kunjungan dadakan di Hari Thanksgiving.

KABUL, KOMPAS.com - Perjanjian damai antara AS dengan Taliban menampakkan titik cerah, di mana Presiden Donald Trump menyebut kesepakatan itu "semakin dekat".

Meski demikian, masih belum jelas apakah perjanjian tersebut meliputi jeda terbatas dalam permusuhan yang disepakati dengan milisi pemberontak itu, atau sesuatu yang lebih luas.

"Saya pikir kami semakin dekat. Saya pikir ada peluang bagus kami mencapai kesepakatan. Akan kami lihat," ujar Trump dalam wawancara radio Kamis (13/2/2020).

Baca juga: Taliban Kirim Ultimatum kepada AS, Apa Isinya?

Diberitakan AFP, presiden berusia 73 tahun itu menuturkan bahwa perjanjian damai dengan Taliban bisa diketahui hasilnya dalam dua pekan mendatang.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Mark Esper menerangkan bahwa Washington menegosiasikan proposal pengurangan kekerasan di Afghanistan dalam tujuh hari ke depan.

Diberitakan Al Jazeera, Esper mengatakan bahwa solusi terbai, jika bukan satu-satunya, yang dipunyai oleh Kabul adalah kesepakatan politik.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Perkembangan bagus tengah dicapai pada tahap ini. Banyak yang harus kami laporkan saat ini, saya harap," paparnya kepada awak media di Brussels, Belgia.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, menyebutnya sebagai "suatu terobosan penting", di mana dia berharap adanya realisasi dari proposal tersebut.

"Kami butuh realisasi di lapangan, bukan sekadar di atas kertas," jelas mantan Direktur Badan Intelijen Pusat AS (CIA) itu dikutip BBC.

Baca juga: Tukar Tawanan, Taliban Bebaskan 2 Profesor Asal AS dan Australia

Jika pengurangan kekerasan bisa terealisasikan, Pompeo yakin diskusi terkait perdamaian dan rekonsiliasi di Afghanistan bisa terjadi.

Menanggapi hal tersebut, pihak Taliban sebagaimana diberitakan melalui AFP akan melakukan pengurangan aksi kekerasan di Afghanistan terhitung mulai hari Jumat (14/2/2020).

Sebanyak 13.000 tentara AS masih ditempatkan di Afghanistan sejak intervensi yang dilakukan pada 2001 silam.

Pada Desember 2018, kelompok yang pernah menguasai Afghanistan pada 1996 sampai 2001 itu menyerukan kepada Washington bahwa siap menempuh jalan damai.

Namun, para milisi tersebut menolak untuk berdiskusi dengan pemerintah Afghanistan, yang mereka anggap sebagai "bonekanya" AS.

Baca juga: Seorang Warga AS Diculik oleh Taliban di Afghanistan

Dibutuhkan setidaknya sembilan ronde pertemuan AS dengan Taliban di Qatar, di mana Trump dilaporkan hendak memimpin negosiasi rahasia fasilitas kepresidenan Camp David.

Selain itu, terdapat persetujuan Pentagon bakal menarik mundur setidaknya 5.400 serdadu selama 20 pekan pada September lalu.

Namun, buntut serangan bom di Kabul, di mana korban tewas adalah tentara AS, sang presiden membatalkan pertemuan tersebut secara mendadak.

"Mereka sudah mati. Sejauh yang saya tahu, (perundingan damai) itu sudah mati," kata presiden dari Partai Republik itu pada September 2019.

Sejak itu, negosiasi dua pihak belum menemukan titik temu. Taliban memperingatkan AS kelak negara adidaya itu akan "kehilangan banyak" dengan membatalkan perjanjian.

Trump mengumumkan semakin dekatnya kesepakatan damai setelah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, menyatakan adanya kemajuan dalam perundingan.

Baca juga: Ditahan Taliban 3 Tahun, Timothy Weeks Tak Pernah Berhenti Berharap



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X