Kompas.com - 14/02/2020, 11:24 WIB
Penjual bunga di tokonya sedang menyiapkan buket pesanan sang klien untuk hari valentine di Jeddah, 14 Februari 2018. (AFP/STRINGER) AFP/STRINGERPenjual bunga di tokonya sedang menyiapkan buket pesanan sang klien untuk hari valentine di Jeddah, 14 Februari 2018. (AFP/STRINGER)

Budaya penulisan dan pembacaan syair ini sudah mendarah daging bagi masyarakat Arab Saudi, mengingat sejarah penyebarannya dari semenanjung Arab sampai ke Andalusia.

Syair atau puisi Arab umumnya bicara soal cinta. Di Pasar Ukaz misalnya, menjadi saksi sejarah syair cinta di Semenanjung Arab.

Di sana, masyarakat Arab klasik tidak hanya melakukan proses jual-beli dagangan. Mereka juga menggelar perlombaan baca puisi atau syair dan orasi.

Baca juga: Daripada Rayakan Valentine, Disdik DKI Minta Pelajar Beribadah dan Belajar

Pemenangnya tidak hanya mendapat imbalan emas atau uang, tapi juga gengsi. Beberapa kisah romantis Arab klasik yang paling banyak dikenal masyarakat setempat di antaranya Antarah bin Shaddad Al-Absi dan Abla (abad keenam).

Kemudian Qays bin Al-Mulawwah serta Leyla (atau lebih dikenal dengan Layla Majnun di abad ketujuh),

Lalu Kuthayyir bin Abdurrahman dan Azza (abad kedelapan), serta Ibnu Zaydun dan Putri Wallada (abad sebelas).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski begitu, perkembangan syair atau puisi Arab banyak pula dipengaruhi oleh ragam bentuk dan tema dari kesusasteraan Barat karena merupakan bagian dari penjajahan kolonial dan globalisasi. 

Kesan modernitas muncul kemudian setelah Perang Dunia II dan menimbulkan salah satu fenomena budaya yaitu hari Valentine, yang hadir di atmosfer kehidupan masyarakat Arab dan lebih dikenal sebagai Love Day (hari cinta).

Sebagai peristiwa komersil, hari Valentine masih menjadi momen pertumbuhan di kalangan masyarakat Arab namun popularitasnya kian melonjak.

Di hari ini, masyarakat Arab juga kerap mengutip puisi dari penyair Arab seperti Elia Abu Madi dari Libanon, Farouk Gouida dari Mesir dan Pangeran Saudi Badr bin Abdul Mohsin juga Nizar Qabbani, dari Suriah.

Baca juga: Pemkot Bekasi Imbau Pelajar Tidak Rayakan Valentine

Halaman:


Sumber Arab News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X