Cerita WNI di Singapura yang Tinggal Dekat Lokasi Karantina Virus Corona

Kompas.com - 12/02/2020, 21:33 WIB
Suasana Singapore University of Technology and Design (SUTD) di Changi, Singapura di mana terlihat seorang petugas sedang duduk memantau pengecekan suhu tubuh KOMPAS.com/ JEREMIA JUANPUTRASuasana Singapore University of Technology and Design (SUTD) di Changi, Singapura di mana terlihat seorang petugas sedang duduk memantau pengecekan suhu tubuh

"Lebih baik saat ini untuk menghindari tempat-tempat tertutup ramai seperti mall dan gym,” jelas Jeremia.

Bahkan untuk perkuliahan, Jeremia menyampaikan universitas sudah memutuskan metode online learning untuk kelas dengan jumlah pelajar lebih dari 50 orang.

Online learning adalah kebijakan yang baik. Lebih aman karena tidak perlu berbaur dalam keramaian," paparnya.

Baca juga: Dampak Virus Corona, WN China di Indonesia Bisa Perpanjang Izin Tinggal ke Imigrasi

Tak jauh berbeda dengan Jeremia, Grace juga menyampaikan bahwa dia tetap keluar rumah bersama keluarga, namun hanya di tempat yang dekat.

Jika mereka berolahraga, mereka melakukannya di halaman asrama. "Bagaimana pun, anak-anak perlu sinar matahari dan supaya mereka tak jenuh di di rumah," terangnya.

Grace juga mengatakan terdapat pemeriksaan teratur suhu tubuh secara rutin untuk siapa pun yang akan memasuki asrama.

Keduanya menegaskan tidak panik dan langsung memborong bahan pokok di supermarket begitu pemerintah Singapura menaikkan status darurat dari kuning ke oranye.

“Pemerintah Singapura jelas tidak mengindikasikan kita perlu menimbun kebutuhan darurat. Tidak ada kebijakan menutup tempat makan juga.” kata Jeremia.

Baca juga: Kisah Chloe, Balita yang Hindari Asap Kebakaran Australia Kini Terjebak Wabah Virus Corona

Masker dan sanitizer dari Tanah Air

Menanggapi wabah virus corona, Grace tidak tinggal diam ketika melihat banyak mahasiswa yang kesulitan mendapatkan masker di negeri “Singa”.

Mengingat stok masker sedang langka, Grace meminta bantuan teman di Jakarta untuk mengirimkan 60 kotak masker guna dibagikan kepada mahasiswa hingga staf asrama.

Grace berkata, sangat penting bagi siapa saja di asrama untuk memakai masker jika merasa tidak sehat. “Sudah merupakan tugas saya untuk membantu mereka-mereka yang kesulitan.”

Saat ini, dia juga sedang mencari cara untuk memasok persediaan sanitizer untuk mahasiswa dan staf di asrama.

“Rencananya sanitizer akan ditaruh di tempat-tempat umum. Saya juga berencana mendatangkannya dari Jakarta karena sangat sulit mendapatkannya di Singapura," paparnya.

Baca juga: Imbas Virus Corona, Travel Agent Tawarkan Rute Domestik untuk Alternatif Refund

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X