Tantangan Dokter yang Rawat Pasien Virus Corona: Kelelahan hingga Pakai Popok

Kompas.com - 12/02/2020, 16:16 WIB
Seorang staf medis merawat seorang pasien dengan pneumonia yang disebabkan oleh virus corona baru di Rumah Sakit Zhongnan Universitas Wuhan, di Wuhan, provinsi Hubei, China, Rabu (22/1/2020). Foto diambil tanggal 22 Januari 2020. ANTARA FOTO/cnsphoto via REUTERS/foc/cfoSeorang staf medis merawat seorang pasien dengan pneumonia yang disebabkan oleh virus corona baru di Rumah Sakit Zhongnan Universitas Wuhan, di Wuhan, provinsi Hubei, China, Rabu (22/1/2020). Foto diambil tanggal 22 Januari 2020.

Selain itu, Beijing juga mengimpor lebih dari 300 juta masker dan sekitar 3,9 juta lembar bahan pembuat baju pelindung sejak 24 Januari.

Palang Merah China juga 900 juta yuan, sekitar Rp 1,7 triliun, sebagai dana pengendalian wabah. Namun, terdapat kritik terkait kurangnya transparansi.

"Meski kami terus menerima masker, jumlah pasien yang datang terus bertambah, papar dokter sebuah rumah sakit utama di Wuhan.

Baca juga: WHO: Lebih Kuat dari Serangan Terorisme, Virus Corona Musuh Publik Nomor 1

Dia mengatakan setiap hari, seorang dokter atau perawat setidaknya menggunakan 2-4 masker, dengan konsumsinya terus bertambah.

Xu Yuan, warga AS berusia 34 tahun mendapat cerita bahwa temannya harus mengenakan pakaian pelindung tak memadai saat bertugas.

"Begitu dia memakainya, terdengar bunyi 'krak' karena ukurannya terlalu kecil," jelas Xu yang menyumbang 5.000 dollar AS, atau Rp 68,3 juta.

Dia menuturkan setelah mengenakan jas hazmat tersebut, temannya akan menyemprotkan disinfektan. "Katanya cara itu tak berguna. Namun tak ada opsi lain," paparnya.

Baca juga: Bantah Sepi karena Virus Corona, Bali Tetap Diminati Wisatawan

"Permintaan tolong"

Selain kurangnya peralatan, menangani pasien yang terus bertambah dan mengawasi mereka selama 24 jam menguras banyak tenaga.

"Mereka kelelahan," ucap dokter dari sebuah rumah sakit, di mana dia menceritakan ada temannya yang menangani 400 pasien dalam waktu delapan jam.

Si sumber mengisahkan bagaimana koleganya itu menangani "pasien yang langsung cepat meninggal, sehingga tidak bisa mereka selamatkan".

"Mereka jelas mendapat banyak tekanan," ujar si dokter anonim, yang menambahkan pihaknya kini membuka bagian psikologi untuk melakukan pengawasan.

Sementara ada dokter lain yang menuturkan mereka mendapat permintaan tolong dari warga Wuhan yang terlalu takut untuk pergi keluar.

"Kami bias mendengar permintaan tolong mereka. Namun tangan kami juga terikat. Tak ada yang bisa kami lakukan," cetus dia.

Baca juga: 1.113 Orang Meninggal, 500 Petugas Medis Terinfeksi Virus Corona di Wuhan

 

Halaman:
Baca tentang


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X