174 dari 3.711 Orang di Kapal Pesiar Jepang Positif Terkena Virus Corona "Covid-19"

Kompas.com - 12/02/2020, 12:14 WIB
Kapal pesiar, Diamond Princess, terlihat berlabuh di Pelabuhan Yokohama, setelah 10 orang di dalamnya positif terinfeksi virus corona. Kim Kyung-Hoon/ReutersKapal pesiar, Diamond Princess, terlihat berlabuh di Pelabuhan Yokohama, setelah 10 orang di dalamnya positif terinfeksi virus corona.

Sejauh ini, sudah dilakukan 492 pemeriksaan dengan penghuni tersisa diminta mengenakan masker, menjaga jarak, dan secara teratur diperiksa suhu tubuhnya.

Baca juga: Dampak Virus Corona, 156 WN China Ajukan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa di Bali

"Kecemasan meningkat"

Kapal pesiar Diamond Princess diprediksi bakal tetap dikarantina hingga 19 Februari, atau tepat 14 hari sesuai dengan prediksi inkubasi selama 14 hari.

Di luar Diamond Princess, Tokyo sudah mengumumkan adanya 28 kasus positif, dengan delapan di antaranya dievakuasi dari Wuhan, lokasi asal wabah virus corona.

Beberapa pasien yang dievakuasi dan saat ini menjalani karantina dikabarkan bakal segera dilepaskan paling lambat Rabu petang waktu setempat.

Dalam pesan yang disebarkan via media sosial, kapten kapal menjelaskan, mereka berusaha mengikuti panduan pemerintah untuk memastikan kesehatan penumpang.

Baca juga: RSUP Sanglah Tangani 32 Pasien Diduga Terjangkit Virus Corona, 30 Dipulangkan

Kapten pun meminta maaf atas "gangguan" pada internet, dan menjelaskan bahwa sebenarnya mereka mempunyai bandwidth lebih banyak dari kapal lain.

Namun, pada saat ini, ada banyak gawai yang terhubung. "Saya meminta maaf atas gangguan berkala yang terjadi pada internet," ujar kapten.

Penumpang bernama Sally Abel dalam video yang diunggah ke Facebook mengungkapkan, ada begitu banyak orang yang batuk saat dia duduk di balkon.

"Ini jelas bukan liburan. Namun, bisa dikatakan ini adalah relaksasi yang sesungguhnya," jelas penumpang yang berasal dari Inggris itu.

Sementara penumpang lain, Yardley Wong, dalam kicauannya di Twitter mengatakan, "kecemasannya meningkat" karena banyaknya kasus yang diumumkan.

Baca juga: Pernyataan Peneliti Harvard soal Virus Corona dan Perlawanan Terawan...

 

Halaman:
Baca tentang


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X