Kompas.com - 11/02/2020, 20:19 WIB

NEW DELHI, KOMPAS.com - Seorang wanita di India dilaporkan tewas dibakar hidup-hidup oleh orang yang menguntitnya ketika dia hendak berangkat kerja.

Perempuan yang berprofesi sebagai dosen itu diserang ketika dia hendak menuju kampus di Negara Bagian Maharashtra pada pekan lalu.

Korban menderita luka bakar 40 persen, dengan luka yang paling parah terjadi di bagian kulit kepala, punggung, serta wajahnya.

Baca juga: Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Si penguntit, yang kemudian ditangkap, dikatakan menggunakan tongkat yang sebelumnya dilumuri dengan bensin untuk membakarnya.

Saksi mata bernama Vijay Kukade mengatakan, dia segera menghentikan sepedanya begitu mendengar korban berteriak, di mana awalnya dia mengira ada kecelakaan.

"Saya kemudian memutar sepeda dan menuju ke sumber teriakan. Namun alih-alih, saya melihat ada wanita dibakar hidup-hidup," ujarnya.

Berdasarkan dari keluarga korban, si pelaku telah melecehkan perempuan yang tidak disebutkan identitasnya itu selama beberapa saat.

Korban segera dilarikan ke rumah sakit dan dipasangi ventilator pada Jumat (7/2/2020). Namun pihak rumah sakit menyatakan, dia tewas Senin (10/2/2020).

Salah satu dokter yang menangani mengatakan, saat ini jenazahnya sudah diserahkan kepada kepolisian untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan post-mortem.

Diberitakan BBC, Menteri Urusan Internal Negara Bagian Maharashtra Anil Deshmukh kepada awak media menyampaikan belasungkawa.

"Ini adalah insiden tragis yang menyakiti kami. Kami melakukan sebisa kami untuk menyelamatkannya, dan menekankan pada pihak keluarga bahwa kami mendukung mereka," jelasnya.

Begitu kabar serangan itu meruak, pejabat lokal di Hinganghat langsung melakukan unjuk rasa, menuntut si penguntit dihukum mati.

Insiden lain yang berkaitan dengan penguntitan juga terjadi di Delhi pekan lalu, di mana seorang polisi dituduh menembak mati koleganya pada Jumat.

Berdasarkan pemeriksaan awal, diketahui bahwa korban adalah mantan pacarnya, dan membuntutinya setelah mereka putus delapan bulan lalu.

Baca juga: Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.