Kompas.com - 09/02/2020, 15:54 WIB

Dalam keterangan tertulis yang dikirimkan kepada AFP, Taliban hanya menyatakan mereka bakal "menyelidiki" insiden yang terjadi.

Total, sekitar 2,400 tentara AS tewas di Afghanistan sejak Washington menggelar invasi yang diselenggarakan pada Oktober 2001 silam.

Penyerangan tersebut terjadi ketika Utusan Khusus AS Zalmay Khalilzad selama 18 bulan mengupayakan perjanjian damai dengan Taliban.

Nantinya, perjanjian itu bisa membuat Pentagon memulangkan pasukan yang tersisa. Sebagai gantinya, Taliban tak akan menjadikan Afghanistan sebagai sarang teroris.

Banyak yang ragu dengan perjanjian itu, di mana Trump sendiri pada September 2019 sempat menyebut negosiasi "sudah mati" menyusul serangkaian serangan terhadap militernya.

Baca juga: AS Disebut Bakal Umumkan Penarikan 4.000 Tentara dari Afghanistan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.