Kompas.com - 09/02/2020, 12:27 WIB

NAKHON RATCHASIMA, KOMPAS.com - Tentara Thailand yang membunuh 20 orang sebelum ditembak mati dalam drama selama 12 jam, disebut punya kemampuan menembak bagus.

Jakraphanth Thomma menembaki kuil dan pusat perbelanjaan di Nakhon Ratchasima, timur laut ibu kota Bangkok, pada Sabtu pukul 15.30 (8/2/2020).

Sebelumnya, dia membunuh komandan dan menembak beberapa koleganya di barak, sebelum pergi ke gudang perlengkapan dan mencuri senjata serta amunisi.

Baca juga: Tentara Thailand yang Bunuh 20 Orang Ditembak Mati

Tentara Thailand berusia 32 tahun itu kemudian menuju mall Terminal 21 menggunakan kendaraan tipe Humvee, dan menembaki setiap orang yang lewat.

Letnan Jenderal Thanya Kiatsarn, Komandan Region Kedua AD, mengumumkan bahwa Jakraphanth ditembak mati pada Minggu pagi (9/2/2020).

Kepala Divisi Penindakan Kejahatan Jirabhob Bhuridej mengatakan, Jakraphanth tumbang tertembus timah panas sekitar pukul 09.00.

Juru bicara Menteri Pertahanan, Kongcheep Tantrawanit menuturkan, pihaknya mendapat informasi bahwa Jakraphanth Thomma adalah petugas amunisi batalyon.

Dilansir CNN, dia bertugas di Batalion Amunisi ke-22. Kongcheep mengakui bahwa si tentara mempunyai kemampuan menembak yang bagus.

"Secara umum, setiap personel militer tentunta piawai dalam menggunakan senjata. Namun, pria ini jelas kemampuannya di atas," katanya.

Kepada Reuters, dia juga menuturkan tidak tahu mengapa pria tersebut sampai membunuh banyak orang. "Sepertinya dia marah sekali," tuturnya.

Tantrawanit melanjutkan, insiden tragis itu dimulai setelah Jakraphanth bertengkar dengan komandannya, di mana si komandan dibunuh.

Dia kemudian mengambil senjata komandannya, menembak beberapa prajurit yang ada di barak. Tantrawanit tak mengonfirmasi jika ada personel yang terbunuh.

Baca juga: Tentara Thailand Ini Sempat Update di Facebook saat Bunuh 17 Orang

Setelah itu dia pergi ke gudang senjata dan mengambil banyak amunisi dan senjata, termasuk satu senapan mesin, dan kendaraan tipe Humvee.

Baru dari sana dia pergi ke Distrik Muang, menembaki kuil dan pusat perbelanjaan yang ada di sana sebelum menuju ke mall Terminal 21.

Muncul sejumlah laporan di mana dia mengambil sandera dan hendak kabur dari bagian belakang gedung, sebelum ditembak mati tim elite kepolisian.

Nakhon Ratchasima, dikenal juga sebagai Korat, adalah kota bagi salah satu barak tentara terbesar di Negeri "Gajah Putih", kekuatan yang merasuk baik ke politik maupun sosial masyarakatnya.

Thailand juga disebut salah satu negara dengan kepemilikan senjata terbesar dunia, dengan serangkaian penembakan di pengadilan pada 2019 menuai kekhawatiran publik.

Baca juga: Lepaskan Tembakan di Kuil dan Pusat Perbelanjaan, Tentara Thailand Ini Bunuh 20 Orang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.