Jepang Umumkan Warganya Meninggal Diduga Virus Corona di Wuhan

Kompas.com - 08/02/2020, 12:55 WIB
Seorang relawan komunitas mengecek suhu tubuh seorang perempuan di Paviliun Yellow Crane di Wuhan, China, pada Jumat (7/2/2020). Wabah virus corona yang mewabah di China sejak Desember 2019 dilaporkan telah membunuh 722 orang. Xinhua via SCMPSeorang relawan komunitas mengecek suhu tubuh seorang perempuan di Paviliun Yellow Crane di Wuhan, China, pada Jumat (7/2/2020). Wabah virus corona yang mewabah di China sejak Desember 2019 dilaporkan telah membunuh 722 orang.

TOKYO, KOMPAS.com - Pemerintah Jepang mengumumkan ada warganya yang meninggal setelah diduga virus corona di Wuhan, pada Sabtu (8/2/2020).

Pria yang diperkirakan berusia 60-an itu awalnya dirawat setelah mengalami pneumonia parah, dengan kematiannya dilaporkan ke kedutaan di Beijing.

Dalam keterangan Kementerian Luar Negeri Jepang, otoritas kesehatan China menduga bahwa pria itu meninggal karena terinfeksi virus corona.

Baca juga: Warga AS Meninggal karena Virus Corona di Wuhan

"Namun, sangat sulit untuk membuat penilaian lebih jauh," ujar kemenlu Negeri "Sakura" sebagaimana diberitakan kantor berita AFP.

Untuk sementara, penyebab kematiannya disebut karena viral pneumonia. Namun jika terkonfirmasi, dia adalah warga Jepang pertama yang meninggal karena virus.

Untuk sementara ini, warga asing pertama yang terkonfirmasi patogen yang pertama kali dilaporkan di Wuhan adalah Amerika Serikat ( AS).

Kabar bahwa warga AS meninggal diumumkan langsung oleh kementerian luar negeri, di mana korban juga dirawat di rumah sakit di Wuhan.

Ini adalah kali pertama virus dengan kode 2019-nCov tersebut membunuh warga asing, dan kedua setelah Hong Kong mengumumkan warganya meninggal pada Selasa (4/2/2020).

Kematiannya termasuk dalam total 722 korban meninggal akibat patogen yang diumumkan oleh pemerintah China pada Sabtu waktu setempat.

Baca juga: Imbas Virus Corona, China Buka Pameran Daring di Museum-museum

Laporan kematian itu melampaui jumlah korban fatal wabah Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) yang mewabah di China dan Hong Kong pada 2002-2003.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X