Kisah Keturunan WNI Tanpa Kewarganegaraan di Malaysia (2): Dipukul Bapak, Akta Anak Tanpa Namanya

Kompas.com - 06/02/2020, 20:55 WIB
Iwan Nursyah, Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di perkebunan kelapa sawit di Sabah, Malaysia. BBC NewsIwan Nursyah, Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di perkebunan kelapa sawit di Sabah, Malaysia.

Sabah pada tahun 1970-an juga menjadi tempat pelarian bagi warga Filipina selatan yang berusaha menyelamatkan diri dari konflik bersenjata Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF).

Kementerian Dalam Negeri, yang membawahi masalah kependudukan dan keimigrasian, menyatakan bahwa kelahiran di Malaysia tidak secara otomatis menjamin si anak memperoleh kewarganegaraan Malaysia.

Yang menjadi landasan penentuan apakah status seorang anak sebagai warga negara atau bukan adalah status perkawinan orang tua dan kewarganegaraan ibu bapaknya sewaktu si anak dilahirkan.

Status orang tua meliputi warga negara penuh ataupun orang tua dari negara lain yang sudah mempunyai izin tinggal permanen.

Baca juga: Cerita Megawati Selamatkan Prabowo yang Telantar Tak Punya Kewarganegaraan

Mengapa bisa terjadi?

Jika salah satu dari orang tua anak adalah warga Malaysia atau penduduk pemegang izin tinggal permanen dan mereka mempunyai surat nikah maka sang anak memperoleh kewarganegaraan.

Dengan demikian, beban pembuktian kewarganegaraan anak menjadi tanggung jawab orang tua, bukan pemerintah.

Namun diakui Kementerian Dalam Negeri bahwa banyak pasangan yang tidak mendaftarkan perkawinan sehingga anak yang lahir akan menanggung masalah mereka, seperti yang dialami oleh Efa Maulidiyah.

Ia adalah anak dari pasangan campuran Indonesia-Malaysia yang menyandang status tanpa kewarganegaraan sejak lahir hingga ia kini hendak melahirkan anak pertama.

Baca juga: Soal Kewarganegaraan, Agnez Mo: Semua Tahu Saya Orang Indonesia

Lain lagi dengan kasus yang dihadapi Belapang, seorang pemuda yang lahir dan besar di wilayah pedalaman Negara Bagian Sabah.

Walaupun kedua orang tuanya asli penduduk Sabah, mereka tidak pernah mencatatkan pernikahan dan tak pernah pula mengurus akta kelahiran anak-anak mereka, termasuk Belapang.

"Karena bapak dan mamak pun tidak punya dokumen. Kami juga berusaha mengurus tapi susah untuk mendapatkannya, sebab persyaratan harus ada dokumen orang tua dan surat lahir," ungkap pemuda itu.

Pernah Belapang ditangkap polisi karena menggunakan narkoba dan mendekam di penjara selama empat bulan.

Begitu keluar dari penjara, ia dimasukkan ke tahanan imigrasi selama dua bulan dan diperlakukan sebagai warga negara asing karena dianggap sebagai pendatang ilegal dari Kalimantan. Ia baru dilepaskan setelah diurus oleh tetua adat.

Baca juga: Mendikbud: Mata Pelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan Dipisah Tahun Depan

Bagaimana upaya menangani masalah ini?

Pemerintah Malaysia telah berjanji akan mempercepat proses pengurusan anak-anak tanpa kewarganegaraan, yang setidaknya salah satu dari orang tua mereka adalah warga negara Malaysia, walaupun sejauh ini belum jelas bagaimana pelaksanaannya.

Persoalan anak-anak tanpa kewarganegaraan di Malaysia memang sudah lama ada tetapi belakangan tampak muncul semangat baru, meskipun belum jelas bagaimana konkretnya di tataran pelaksanaan.

"Masalah ini diangkat oleh banyak anggota parlemen dan bahkan para menteri kabinet juga mengatakan dalam banyak kesempatan agar Kementerian Dalam Negeri memfasilitasi dan mempercepat proses penerbitan kewarganegaraan bagi anak-anak tanpa kewarganegaraan," kata Menteri Dalam Negeri Muhyiddin Yassin.

"Itu akan dilakukan sesuai dengan hukum, konstitusi dan prosedur standar yang telah ditempuh selama ini dalam mempertimbangkan pemberian kewarganegaraan. Kita tidak bisa membandingkan satu kasus dengan lainnya. Mungkin saja kasusnya mirip tapi sejatinya berbeda. Jadi yang kita perlu lakukan adalah mempercepat prosesnya."

Baca juga: Hampir 2 Juta Orang di Negara Bagian India Ini Terancam Kehilangan Kewarganegaraan

Di samping yang dijanjikan oleh Kementerian Dalam Negeri, Suruhanjaya Hak Asasi Manusia Malaysia (SUHAKAM) bersama lembaga setingkat di Indonesia, Komnas HAM, dan Commission on Human Rights (CHR) Filipina telah meneken nota kesepahaman untuk mencoba menyelesaikan masalah anak-anak tanpa kewarganegaraan.

Titik awal kerja komisi HAM dari tiga negara adalah Negara Bagian Sabah, yang merupakan penyumbang terbesar dari anak-anak tanpa status warga negara di Malaysia.

Adapun langkah pertama yang perlu ditempuh adalah mengurus dokumen, berupa surat nikah orang tua dan kemudian akta kelahiran anak.

Ketua SUHAKAM Jerald Joseph merekomendasikan agar pemerintah mengadopsi sistem mobile court atau mahkamah bergerak yang selama ini digunakan untuk membantu menyelesaikan masalah kependudukan warga asli Malaysia.

"Tapi mungkin proses begitu harus dilakukan untuk orang-orang yang tidak ada warga negara yang jumlahnya ratusan ribu, untuk memastikan sejarah mereka masuk dari sebelah mana.

"Kalau Filipina ikut isu perang dulu, status lain. Kalau dari Indonesia cari kerja pulang masuk itu status lain. Tetapi anaknya itu yang dilahirkan di sini sepatutnya tidak dibiarkan untuk tidak ada dokumen," jelas Jerald Joseph dalam wawancara di Kuala Lumpur.

Baca juga: Ada Petisi Cabut Kewarganegaraan Rizieq Shihab, Menkumham Tegaskan Enggak Segampang Itu!

Terobosan Sabah bagi anak-anak tanpa status

Negara Bagian Sabah mengambil terobosan dengan mengizinkan anak-anak tanpa kewarganegaraan untuk bersekolah di sekolah-sekolah negeri dengan syarat salah seorang ibu atau bapaknya adalah warga negara Malaysia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X