Kaukus Iowa, Ajang Mencari Penantang Trump, Diwarnai Kekacauan

Kompas.com - 04/02/2020, 18:58 WIB
Pendukung Bernie Sanders berdiskusi dengan suporter Elizabeth Warren jelang kaukus satelit di Perpustakaan Publik Palm Springs pada Senin (3/2/2020). Kaukus Iowa adalah babak pendahuluan untuk mencari penantang Presiden Donald Trump dalam Pilpres AS 2020. REUTERS/Vickie Connor/The Desert SunPendukung Bernie Sanders berdiskusi dengan suporter Elizabeth Warren jelang kaukus satelit di Perpustakaan Publik Palm Springs pada Senin (3/2/2020). Kaukus Iowa adalah babak pendahuluan untuk mencari penantang Presiden Donald Trump dalam Pilpres AS 2020.

McClure menyanggah bahwa aplikasi yang diciptakan untuk mencatat adanya pelaporan mengalami masalah. Dia menyebut butuh waktu sebelum semua data terkumpul.

Sementara Ketua IDP, Troy Price menekankan, jajarannya sudah melakukan validasi terhadap semua datang yang mereka dapatkan dari dokumen tertulis.

"Sistem ini membutuhkan waktu dari yang diprediksi. Namun semuanya berjalan sesuai dengan jalur sehingga kami bisa menampilkan hasilnya," tegasnya.

Aturan pelaporan berubah, di mana Demokrat Iowa harus melaporkannya dalam tiga tahap ke markas pusat, dibanding di edisi terdahulu di mana tinggal menyerahkan hasil akhir.

Baca juga: Menangi Kaukus Maine, Ted Cruz Kembali Pecundangi Donald Trump

Apakah aplikasi mengalami masalah?

Pernyataan McClure bertolak belakang dengan keterangan panitia di level county, di mana mereka menyalahkan masalah teknologi.

Mereka mengungkapkan aplikasi yang digunakan mengalami malfungsi, di mana kapten sektor harus melaporkannya ke level negara bagian.

Namun, saluran telepon ke Des Moines dilaporkan terus sibuk. Seperti yang dialami Ketua IDP di Scott County, Elesha Gayman.

Dia mengatakan banyak panitia di wilayahnya mengalami masalah dalam melaporkan hasil, dengan telepon terus menerus dalam nada sibuk.

Pernyataan yang sama juga disuarakan Ketua Dallam County, Bryce Smith, maupun wakil ketua di Black Hawk County, Nate Gruber.

"Tidak terlalu berfungsi (aplikasi untuk pelaporan). Semuanya harus menelepon kantor partai di level negara bagian untuk melapor," papar Gruber.

Baca juga: Mengenal Kaukus dalam Tahapan Pemilu AS

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber BBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X