Kompas.com - 03/02/2020, 10:02 WIB

WUHAN, KOMPAS.com - Sekelompok warga Brasil dilaporkan mengirim surat berisi permintaa supaya mereka dievakuasi dari Wuhan, kota asal penyebaran virus corona.

Dalam surat bertanggal 30 Januari yang dikirim kepada Presiden Jair Bolsonaro, mereka mengaku siap dikarantika jika diizinkan pulang.

"Dalam surat yang dikirimkan ini, kami tidak ada gejala yang merujuk kepada kasus positif virus corona di antara kami," ulas kelompok itu.

Baca juga: Lampaui SARS, Korban Meninggal Virus Corona di China Capai 361 Orang

Dilansir AFP Minggu (2/2/2020), tidak ada angka resmi berapa jumlah sebenarnya warga Brasil yang menghuni Wuhan. Ada yang menyebut sekitar 70 orang.

Namun, sebagian dikabarkan sudah pulang sebelum wabah virus tersebut merebak, dan membuat Beijing menutup Wuhan serta kota di Provinsi Hubei.

Pemerintah Brasil menyatakan, mereka tengah mempelajari upaya evakuasi. Namun mereka mengaku terdapat hambatan hukum, diplomatik, maupun anggaran.

Adapun pada Jumat (31/1/2020), Bolsonaro mengatakan dia butuh landasan hukum agar mereka yang dievakuasi bersedia dikarantika sebelum misi dilanjutkan.

Sejauh ini, Brasil belum melaporkan adanya kasus patogen dengan kode 2019-nCov, yang berasal dari Pasar Seafood Huanan yang berlokasi di Wuhan.

Virus tersebut sudah membunuh 361 orang, dan meginfeksi 17.200 di seluruh Negeri "Panda" sejak pertama kali tercatat pada Desember 2019.

Jumlah korban meninggal itu disebut melampaui 349 yang dicatatkan wabah Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) pada 2002 sampai 2003 silam.

Baca juga: Virus Corona: Ahli Berlomba Kembangkan Vaksin, Akan Segera Diuji WHO

Dalam upayanya mencegah penyebaran wabah, Beijing memutuskan untuk menutup kota di wilayah timur Wenzhou yang dieksekusi pada Minggu (2/2/2020).

Sebanyak 24 negara mengumumkan adanya kasus positif, termasuk satu kematian yang dilaporkan Badan Organisasi Dunia (WHO) di Filipina.

Negara anggota G7; AS, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Inggris termasuk di antara 24 negara yang melaporkan kasus positif.

Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengatakan, mereka akan segera bertemu dan mendiskusikan sikap gabungan mereka atas wabah tersebut.

Kebanyakan korban virus China yang ditangani oleh 24 negara tersebut berasal dari Wuhan maupun kota di sekitar Provinsi Hubei.

Baca juga: [POPULER INTERNASIONAL] Pria Berusaha Keluar dari Tempat Asal Virus Corona | China Minta Bantuan Uni Eropa

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.