Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Diklaim Bisa Tangkal Virus Corona, Obat Herbal Ini Picu Perdebatan di China

Kompas.com - 02/02/2020, 14:53 WIB
Ardi Priyatno Utomo

Penulis

Sumber AFP

BEIJING, KOMPAS.com - Klaim bahwa sebuah obat herbal cair bisa membantu menangkal virus corona dilaporkan memicu perdebatan di China, dan memaksa otoritas setempat mengeluarkan tanggapan.

Antrean panjang terjadi di apotek setempat, demi menyerbu obat Shuang Huang Lian, yang diramu dari honeysuckle (tanaman merambat berbau harum) dan tumbuhan berbunga.

Obat herbal itu menjadi viral setelah peneliti dari Institut Materia Medica (IMM) dan Institut Virologi Wuhan mengaku sudah memeriksa kandungannya.

Baca juga: Diklaim Bisa Hambat Virus Corona, Ramuan Tradisional China Ini Diburu

Selain itu dikabarkan Xinhua, lembaga top Akademi Sains China menyatakan bahwa Shuang Huang Lian bisa menangkal virus corona.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan antrean orang-orang, meski terdapat imbauan agar tidak ada massa yang berkumpul dalam jumlah besar.

Dengan cepat, ramuan tradisional itu ludes terjual baik di toko maupun secara daring. Namun, khasiatnya memicu perdebatan di Weibo.

Sejumlah netizen menyikapinya dari antusias hingga skeptis, dan membuat media pemerintah, CCTV, merilis pemberitaan bernada hati-hati.

Dilansir AFP Minggu (2/2/2020), mereka mewawancarai Zhang Boli, salah satu ilmuwan yang memimpin upaya menangkal virus, di mana dia memperingatkan efek samping dari obat.

Baca juga: WHO Umumkan 1 Korban Meninggal akibat Virus Corona di Filipina

Selain itu The People's Daily juga mengutip keterangan pakar, di mana mereka mengimbau warga tak sembarangan mengonsumsi tanpa panduan profesional.

Klaim mengenai keampuhan obat herbal itu terjadi setelah Beijing bermaksud menggandeng Pengobatan Tradisional China (TCM) ke dalam upaya pencegahan.

Sebabnya, virus yang pertama kali dilaporkan di Wuhan tersebut sudah membunuh 304 orang, dengan hampir 14.500 orang terinfeksi di Negeri "Panda".

Para peneliti lembaga kesehatan negara juga mulai meneliti tanaman bernama knotweed Jepang untuk melihat khasiatnya dalam mengobati pasien virus Wuhan.

Selain itu, Komisi Kesehatan Nasional juga mengungkapkan praktisi TCM masuk dalam 6.000 tim medis yang dikerahkan ke Wuhan.

Baca juga: [KABAR DUNIA SEPEKAN] WHO Umumkan Status Darurat Virus Corona | Kisah Dokter di Wuhan

"Tidak ada perbedaan"

Strategi tersebut telah memunculkan diskusi mengenai TCM, yang praktiknya sudah berusia lebih dari 2.400 tahun, dan masih digunakan di era modern ini.

Marc Freard, anggota Dewan Akademisi Pengobatan China di Perancis menuturkan, ramuan tradisional bisa dipakai mengobati pasien dengan gejala demam hingga dahak kental.

Namun, dia mengatakan obat herbal yang dijual di apotek dipertanyakan kualitasnya. Selain itu, dia menyebut TCM "tidk memenuhi standardisasi".

Sebab dalam pandangan Freard, obat-obatan tradisional itu hanya bergantung kepada pengobatan berdasarkan jenis keluhan individunya.

Pengobatan tradisional pernah dipakai secara luas ci China ketika dilanda wabah Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) pada 2002-2003.

Namun pada 2012, studi yang dilakukan ochrane Database of Systematic Reviews menemukan, penggabungan pengobatan China dan Barat "tak membuat perbedaan" dalam memerangi SARS.

Baca juga: Perangi Virus Corona, China Minta Bantuan Uni Eropa

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com