Kompas.com - 29/01/2020, 18:57 WIB

NEW DELHI, KOMPAS.com - Perdana Menteri India Narendra Modi yakin jika terjadi perang dengan Pakistan, negaranya akan menang dalam waktu 10 hari.

Dua rival di Asia Selatan itu sudah terlibat tiga konflik besar, dengan Februari 2019 lalu relasi keduanya memanas setelah New Delhi menyerang Kashmir yang dikuasai Pakistan.

Baca juga: Perdana Menteri Pakistan Sebut PM India Narendra Modi seperti Pria Pengecut

Modi berkoar di tengah berbagai tekanan, seperti aksi protes menentang aturan kependudukan yang baru, ekonomi melambat, dan ancaman kekalahan dalam pemilihan di New Delhi.

"Pakistan sudah kalah dalam tiga perang. Tentara kita bakal menang tidak lebih dari 10 hari," koar Modi di hadapan prajurit India, dilansir AFP Rabu (29/1/2020).

Komentarnya merujuk kepada insiden di mana pilot jet tempur India ditangkap setelah Islamabad menjatuhkan pesawatnya di Kashmir.

Pilot bernama Abhinandan Varthaman itu sempat dihajar oleh warga saat keluar dari pesawatnya, dan kemudian dibebaskan sekitar sepekan kemudian.

Mengenakan topi bisbol Korps Kadet Nasional, PM berusia 69 tahun itu menyebut pesatnya perkembangan militer tak lepas dari "pemikiran muda".

Dia memuji "pemikiran muda" itu dengan mencontohkan momen ketika mereka menyerang milisi di Kashmir Pakistan, baik di 2016 maupun tahun lalu.

"Inilah 'pemikiran muda' itu. Kita melakukan serangan secara terkoordinasi, dan menghancurkan teroris di rumahnya sendiri," koar Modi.

Politisi dari Partai Bharatiya Janata (BJP) itu menuding sang rival melakukan "perang proksi", yakni menyokong kelompok militan.

Kashmir menjadi rebutan dua negara berkemampuan nuklir tersebut sejak mendapat kemerdekaan dari Inggris pada 1947 silam.

Pada Agustus lalu, pemerintahan Modi memutuskan untuk menghapus status otonomi sementara Kashmir, yang diikuti mencabut layanan telekomunikasi.

Baca juga: PM India Beri Selamat ke Presiden Jokowi Pakai Bahasa Indonesia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.