Kompas.com - 29/01/2020, 17:15 WIB

AUSTIN, KOMPAS.com - Seorang pria yang mengaku mengeluh sakit kepala hingga muntah, akhirnya mengetahui jika sumber rasa sakitnya adalah cacing pita yang berdiam di otak selama 10 tahun.

Dokter di Texas mengemukakan, cacing itu tumbuh perlahan-lahan di tubuh Gerardo, nama laki-laki itu, setelah dia memakan babi yang tidak matang di Meksiko.

Baca juga: Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Gerardo mengungkapkan, dia sering mengeluh sakit kepala serta merasa "tidak nyaman" selama beberapa bulan, dilaporkan Sky News Selasa (28/1/2020).

Dia akhirnya memutuskan untuk menjalani pemindaian MRI setelah pingsan ketika sedang bermain sepak bola pada tahun lalu.

Kepada KXAN-TV, bagian dari NBC, Gerardo menuturkan bahwa rasa sakitnya itu terus menyerang hingga membuatnya mencucurkan keringat.

"Saya berkeringat karena rasa sakit yang berasal dari kepala, dan ketika saya sudah tidak tahan, maka saya pun muntah," paparnya.

Dokter Jordan Amadio, ahli bedah saraf Ascension Seton di Austin menuturkan, kasus yang menimpa Gerardo "langka dan luar biasa".

"Di kawasan tertentu, seperti Texas dan California, hal ini mungkin umum. Jadi, dalam pemikiran saya, setiap ahli medis harus waspada," jelasnya.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), beberapa jenis cacing pita bisa menyebabkan infeksi parasit taeniasis.

Berdasarkan keterangan pakar, memakan daging yang kurang matang bisa menjadi penyebab mengapa ada cacing tersebut di otak.

Gerardo melanjutkan, dia sembuh setelah menjalani serangkaian operasi yang rumit untuk mengeluarkan parasit itu dari kepalanya.

Gerardo berkata selain dirinya, cacing pita sempat menghinggapi otak saudarinya beberapa tahun silam.

Baca juga: Selama 15 Tahun, Otak Pria di China Dimakan Cacing Pita Sepanjang 12 Cm

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Sky News
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.