Kompas.com - 25/01/2020, 10:55 WIB
Foto yang dirilis pada 10 Juli 2008 oleh situs berita Garda Revolusi Iran, Sepah News, memperlihatkan tiga rudal meluncur di udara dari lokasi yang dirahasiakan pada 9 Juli 2008. AFP/SEPAH NEWSFoto yang dirilis pada 10 Juli 2008 oleh situs berita Garda Revolusi Iran, Sepah News, memperlihatkan tiga rudal meluncur di udara dari lokasi yang dirahasiakan pada 9 Juli 2008.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sebanyak 34 tentara AS dilaporkan mengalami cedera otak akibat serangan rudal Iran pada 8 Januari 2020.

Juru bicara Pentagon seperti dilansir BBC, Jumat (24/1/2020), menerangkan, sebanyak 17 personel militer lainnya masih dalam observasi medis.

Rudal Iran menghantam dua pangkalan AS di Irak sebagai buntut kematian jenderal top mereka, Qasem Soleimani, yang merupakan komandan Pasukan Quds.

Baca juga: Pengunggah Video 2 Rudal Iran Hantam Pesawat Ukraina Bersembunyi

Dalam konferensi pers, Presiden Donald Trump sempat menyatakan bahwa tidak ada yang terluka dalam serangan itu.

Namun, Pentagon kemudian mengakui bahwa ada 11 tentara AS yang mengalami gegar otak, semuanya berasal dari Pangkalan Ain al-Assad.

Dilansir BBC, Jumat (24/1/2020), militer kemudian menyatakan bahwa terdapat 34 prajurit yang menderita cedera otak traumatis (TBI).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam partisipasinya di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Trump menekankan bahwa pasukannya tidak menderita cedera serius.

"Saya mendengar bahwa mereka sakit kepala atau semacamnya. Namun, akan saya katakan dan laporkan, tidak ada yang serius," katanya.

"Saya tidak melihat mereka mengalami luka yang paling serius," terang Trump mengomentari serangan di Assad dan Irbil itu.

Namun, juru bicara Pentagon Jonathan Hoffman menuturkan, delapan tentara yang mengalami cedera dibawa ke AS untuk perawatan lanjutan.

Kemudian sembilan orang di Jerman, 16 dirawat di Irak, dan satu di Kuwait sebelum tentara dari dua tempat terakhir diizinkan kembali bertugas.

Baca juga: Diserang Rudal Iran, Pasukan AS Berlindung di Bunker Era Saddam Hussein

Hoffman menambahkan, Menteri Pertahanan Mark Esper tidak mendapat pemberitahuan beberapa hari setelah serangan rudal Iran.

TBI disebut cukup sering ditemui di medan perang, di mana Pusat Cedera Otak Veteran dan Pertahanan AS menulis penyebabnya karena ledakan.

Luka itu dikategorikan ringan, sedang, berat, hingga penetrasi. TBI ringan disebut gegar otak, dan terjadi akibat "tekanan berlebih atmosferik diikuti tekanan" ledakan.

Tekanan udara yang menembus benda padat memang tidak membuat tentara mengalami luka secara fisik. Namun, mereka bisa mendapat cedera di otaknya.

Veteran Irak dan Afghanistan Amerika mengecam pemerintahan Trump karena baru sekarang mengungkapkan fakta adanya korban.

"Rakyat AS harus meyakinkan pemerintah guna menjelaskan apa yang terjadi dengan anak-anak," ucap pendiri organisasi, Paul Rieckhoff.

Baca juga: Pesawat Ukraina Disebut Jatuh Setelah Ditembak 2 Rudal Iran



Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X