Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Kompas.com - 24/01/2020, 13:44 WIB
Ardi Priyatno Utomo

Penulis

WUHAN, KOMPAS.com - Seorang mahasiswa Indonesia mengisahkan pengalamannya di Wuhan, kota di China yang menjadi asal penyebaran virus corona.

Fadil mengaku khawatir ketika Beijing memutuskan untuk menutup kota di Provinsi Hubei itu pada pekan ini, menyusul virus yang cepat menyebar.

Sebabnya, mereka praktis terkurung dan tidak bisa ke mana-mana dengan kontrol yang dilakukan China untuk mencegah merebaknya virus corona.

Baca juga: Mengenal Kota Wuhan, Kota di China yang Diduga Sumber Virus Corona

"Teman-teman di Wuhan khawatir karena ini pertama kalinya kami rasakan. Tentu saja keluarga kami juga khawatir," katanya kepada Kompas.com, Jumat (24/1/2020).

Dampak dari penutupan kota oleh Pemerintah China dirasakan oleh teman satu sesama mahasiswa Indonesia asal Surabaya, Arum Kharisma.

Pelajar yang mengambil S1 Bahasa Mandarin itu disebut diperlakukan dengan tidak menyenangkan saat transit di Fuzhou.

"Sampai petugas berkata begini, 'Wah, akhirnya orang Wuhan kabur juga kemari'," ujar Fadil yang melanjutkan bahwa temannya itu berhasil terbang hingga Jakarta.

Selain itu, perubahan lain yang dia rasakan dari dampak menyebarnya virus Wuhan adalah pemerintah sudah menyebarkan disinfektan ke udara.

Adapun dari kampusnya, Central China Normal University, terdapat instruksi agar para penghuni asrama rutin dicek panas tubuhnya setiap hari.

Baca juga: Sering Dianggap Sama, Apa Beda SARS dan Virus Corona dari Wuhan?

"Mereka juga membagikan surat edaran berisi pembagian masker dan sabun cuci tangan secara gratis. Kemudian terdapat relawan yang membantu di asrama," jelasnya.

Kemudian, karena terdapat larangan makan di luar, otomatis warga pun berbondong-bondong membeli bahan makanan di toko.

Mahasiswa doktoral Psikologi Pendidikan itu menuturkan, dia melihat penjual kewalahan dengan membeludaknya para pembeli.

Meski begitu, pria asal Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, tersebut mengatakan, pemerintah menjamin stok pangan aman.

Dia menuturkan, selama empat hari terakhir, dia hanya tinggal di asrama karena memang terdapat anjuran untuk keluar.

Baca juga: Virus Corona Jangkit Kota Wuhan, Pemerintah China Batasi Akses Warga

Meski begitu, dia menampik sejumlah pemberitaan bahwa Wuhan disebut sebagai "kota hantu" karena begitu sepi akibat virus corona.

Fadil menjelaskan, memang sejak tiga hari lalu kota tersebut sepi tidak hanya karena virus, tetapi juga Tahun Baru Imlek.

"Kebetulan ini liburan kampus dan Imlek. Memang selalu sepi kalau Imlek. Karena orang Wuhan pulang kampung," jelasnya.

Dia mengaku, keberadaan virus yang sudah menelan korban hingga 25 orang itu mengganggunya, terutama saat liburan kuliah.

Pasalnya, dia sudah merencanakan untuk berlibur ke Beijing. Tetapi, sejak adanya kabar wabah itu, dia mengurungkan niatnya.

Jadilah selama empat hari itu, praktis Fadil hanya keluar ke asrama lain yang berjarak 20 meter, atau membeli bahan makanan.

Virus corona yang menyebar sejak akhir tahun lalu dilaporkan telah menjangkiti 10 negara, di mana di China saja, ada lebih dari 800 kasus.

Para ahli menduga bahwa ular menjadi medium penyebaran virus dengan kode lain 2019-nCov tersebut, meski masih harus dilakukan studi lebih mendalam.

Baca juga: Pasien yang Diduga Terinfeksi Virus Corona Dirawat di Ruang Isolasi RSPI

 
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com