Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Kompas.com - 22/01/2020, 18:02 WIB
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman saat berpidato di forum investasi internasional, Future Investment Initiative (FII) di Riyadh, Rabu (24/10/2018). AFP / BANDAR AL-JALOUD / SAUDI ROYAL PALACEPutra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman saat berpidato di forum investasi internasional, Future Investment Initiative (FII) di Riyadh, Rabu (24/10/2018).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Arab Saudi langsung merespons tudingan Putra Mahkota Mohammed bin Salman ( MBS) meretas ponsel Jeff Bezos.

Telepon orang terkaya dunia itu diberitakan oleh media Inggris The Guardian, dan disebut terjadi pada 2018 lalu.

Saat itu, ponsel Jeff Bezos diretas setelah menerima video yang diduga berisi virus dari Putra Mahkota MBS di WhatsApp.

Baca juga: Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Begitu pesan itu diterima, sejumlah besar data diambil dari ponsel bos Amazon itu, demikian penyelidikan yang dilakukan PBB.

Kedutaan Besar Arab Saudi di Washington, sebagaimana diwartakan AFP Rabu (22/1/2020), mengeluarkan pernyataan berisi bantahan.

"Laporan media terbaru bahwa kerajaan berada di belakang peretasan telepon Tuan Jeff Bezos sangatlah absurd," kata Kedubes Saudi di Twitter.

"Kami menyerukan agar diadakan investigasi atas klaim tersebut, sehingga kami bisa mendapatkan seluruh faktanya," ujar kedubes.

Setelah ponselnya diretas, The National Enquirer kemudian menerbitkan sebuah laporan tuduhan perselingkuhan orang terkaya dunia itu.

Dia memutuskan menyewa Kepala Keamanan Gavin de Becker, dan memutuskan menyelidiki kabar yang dilayangkan Enquirer pada Januari 2019.

Pada Maret tahun lalu, Becker menyimpulkan bahwa otoritas Saudi mempunyai akses untuk mendapatkan data pribadi Bezos.

"Berdasarkan investigasi dan keterangan pakar, kami menyimpulkan Saudi punya akses ke ponsel Bezos dan mendapat informasinya," ujar Becker.

Dia mencurigai David Pecker, CEO AMI, yang mempunyai hubungan dengan Putra Mahkota Saudi ketika kisah itu dipublikasikan.

Berdasarkan laporan The Guardian, kemungkinan Riyadh meretas Bezos dikarenakan dia mempunyai harian The Washington Post.

The Post merupakan koran tempat Jamal Khashoggi bekerja. Dia adalah jurnalis yang dibunuh di Turki pada 2 Oktober 2018.

Saat itu, Khashoggi dibunuh dan mayatnya diduga dilenyapkan dengan cairan asam ketika mengurus dokumen pernikahan di kantor Konsulat Saudi di Istanbul.

MBS dicurigai sebagai dalang pembunuhan tersebut. Sebabnya, Khashoggi merupakan sosok yang vokal mengkritik Kerajaan Saudi.

Baca juga: Putra Mahkota MBS, Sosok Kunci dalam Reformasi Arab Saudi

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X