Kompas.com - 21/01/2020, 21:49 WIB
Petugas medis membawa seorang pasien yang diduga terinfeksi virus misterius mirip SARS, ke rumah sakit Jinyintan, di Kota Wuhan, China, Sabtu (18/1/2020). Virus misterius mirip pneumonia telah menjangkiti puluhan orang dan menelan korban jiwa kedua di China, menurut pemerintah setempat. AFP/STR/CHINA OUTPetugas medis membawa seorang pasien yang diduga terinfeksi virus misterius mirip SARS, ke rumah sakit Jinyintan, di Kota Wuhan, China, Sabtu (18/1/2020). Virus misterius mirip pneumonia telah menjangkiti puluhan orang dan menelan korban jiwa kedua di China, menurut pemerintah setempat.

BEIJING, KOMPAS.com - Orang keempat telah meninggal dunia di China akibat virus baru yang menyebar secara cepat setelah pihak berwenang memastikan bahwa virus tersebut dapat ditularkan sesama manusia.

Korban terkini adalah seorang pria berusia 89 tahun yang bermukim di Wuhan, kota pusat penyebaran galur baru virus corona.

Kabar itu mengemuka setelah Komisi Kesehatan Nasional China memastikan dua kasus di Provinsi Guangdong timbul akibat penularan antarmanusia.

Baca juga: Virus di China Akibatkan Bursa Saham di Asia Anjlok

Dalam pernyataan terpisah, Komisi Kesehatan Kotamadya Wuhan mengatakan sedikitnya 15 petugas medis di Wuhan juga terinfeksi virus tersebut, salah satunya dalam kondisi kritis.

Semuanya dilaporkan menjalani perawatan di ruangan isolasi.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), saat ini ada sebanyak 218 pasien yang terjangkit virus ini. Ada pula dua orang Thailand, satu orang di Jepang, dan satu orang di Korea Selatan yang dilaporkan tertular.

Kepastian ini muncul di tengah persiapan antisipasi di bandara-bandara di seluruh dunia untuk memasang alat pengukur suhu badan di ketika ratusan juta warga China melakukan perjalanan di dalam dan luar negeri untuk libur Tahun Baru Imlek.

Baca juga: Kronologi Virus Corona di China, dari Pasar hingga Korea Selatan

Di mana virus telah menyebar?

Virus ini pertama kali diidentifikasi di Wuhan, kota berpopulasi 11 juta orang, pada akhir 2019.

Semua pasien baru-baru ini bepergian ke Wuhan.

Bandara di Singapura, Hong Kong, dan Tokyo memeriksa para penumpang dari Wuhan.

Aparat AS menerapkan langkah serupa pekan lalu di bandara San Francisco, Los Angeles, dan New York.

Pihak berwenang Australia mengumumkan mereka akan mulai memeriksa para penumpang yang tiba di Sydney dari Wuhan.

Wisatawan China adalah turis terbanyak di Australia, dengan jumlah satu juta orang tahun lalu.

Baca juga: Apa Itu Virus Corona yang Jenis Barunya Sedang Mewabah?

Seberapa cepat penyebarannya?

Jumlah orang yang tertular virus misterius di China meningkat tiga kali lipat dengan penyebaran virus ke kota-kota besar lain termasuk Beijing, Shanghai dan Shenzen.

Ada kekhawatiran virus itu menyebar cepat—dan menjangkau lebih banyak daerah—mengingat jutaan orang di seantero China bersiap pulang ke kampung halaman masing-masing untuk merayakan Tahun Baru Imlek pekan ini.

Mudik besar-besaran ini membuat pihak berwenang tidak mampu memonitor penyebaran penyakit secara ketat.

Para pakar pun berpendapat banyak kasus yang mungkin belum terdeteksi saat ini.

Sebuah lapora Pusat MRC untuk Analisis Penyakit Menular Global dari Imperial College London memperkirakan ada lebih dari 1.700 kasus.

Baca juga: 4 Fakta Terbaru Virus Corona nan Mematikan Asal China

Akan tetapi, Gabriel Leung selaku dekan fakultas kedokteran University of Hong Kong, memprediksi jumlah kasus mendekati 1.300.

Virus yang terjadi ini mengingatkan orang pada virus Sars - yang juga berasal dari virus corona- yang menewaskan 774 orang pada awal tahun 2000 di puluhan negara, sebagian besar di Asia.

SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome), yang disebabkan virus corona, menjangkiti 8.098 orang di China sejak wabah itu meluas pada tahun 2002. Tercatat 774 orang meninggal dunia akibat virus tersebut.

"Ada ingatan yang kuat tentang SARS, itulah asal sumber ketakutan. Namun kami kini lebih siap menghadapi penyakit semacam itu," kata Josie Golding, lembaga penelitian kesehatan berbasis di London, Inggris.

Virus corona dapat menyebabkan gejala mulai dari demam ringan yang dapat berujung pada kematian.

Di tengah ini semua, pemerintah China tetap meyakinkan masyarakat bahwa virus itu "masih dapat dicegah dan dikendalikan." Komisi Kesehatan Nasional China memastikan mereka akan meningkatkan pengawasan selama liburan Imlek.

Baca juga: Virus Corona China: Menular Antar-manusia, Tenaga Medis Terdampak

Apa yang kita ketahui mengenai virus ini?

Virus ini, yang juga dikenal dengan sebutan 2019-nCoV, diketahui sebagai galur baru virus corona yang sebelumnya tidak diidentifikasi pada manusia.

Para pejabat China meyakini virus itu berasal dari hewan yang terinfeksi di pasar hasil laut dan hewan liar di Wuhan. Namun para pejabat dan ilmuwan masih belum dapat memastikan bagaimana virus ini menyebar.

Virus corona adalah keluarga virus yang luas, tapi hanya enam (tujuh jika galur baru virus ini dihitung) yang diketahui menginfeksi manusia.

WHO memberi arahan kepada masyarakat agar menghindari kontak "tak terlindung" dengan hewan hidup, memasak daging dan telur sampai matang, dan menghindari sentuhan langsung dengan orang yang memiliki gejala demam atau seperti flu.

Baca juga: Belum Ada Vaksin Cegah Virus Corona, Kemenkes Minta Warga Waspada

Tanda-tanda seseorang sudah tertular mencakup gejala pernapasan, demam, batuk, napas pendek, dan kesulitan bernapas.

Kantor Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di China mengatakan analisis sementara bahwa virus itu berasal dari hewan yang terinfeksi dan tidak menyebar antarmanusia dianggap berguna dan membantu pihak berwenang membuat rencana penanganan wabah.

"Banyak yang perlu diketahui tentang virus baru corona," kata WHO.

Hingga kini, lanjutnya, belum cukup terkumpul bukti untuk membuat kesimpulan pasti seputar virus, termasuk metode penyebaran dan sumbernya.

Peneliti dan petugas medis telah mengambil contoh virus dari beberapa pasien. Sampel itu juga sudah dianalisis di laboratorium.

Baca juga: Update Virus Corona China, Dipastikan Bisa Menular Antar-Manusia

Bepergian ke Wuhan

Pihak berwenang di Kota Wuhan mengatakan sebanyak 136 kasus baru telah dikonfirmasi sepanjang akhir pekan. Pada periode tersebut, orang ketiga telah meninggal dunia akibat virus itu.

Hingga Minggu (19/01), para pejabat setempat mengatakan sebanyak 170 orang di Wuhan masih menjalani perawatan di rumah sakit, termasuk sembilan di antaranya yang mengalami kondisi kritis.

Pejabat kesehatan di Distrik Daxing, Beijing, menyebut dua orang yang telah bepergian ke Wuhan kini dirawat atas pneumonia terkait virus itu.

Baca juga: Virus Pneumonia Misterius di China Mewabah, Kadis Pariwisata: Kepri Masih Aman

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X