Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Kompas.com - 21/01/2020, 14:23 WIB
Tentara Korea Selatan tampak berjaga di perbatasan Korea di Desa Panmunjom. AFP / JUNG YEON-JETentara Korea Selatan tampak berjaga di perbatasan Korea di Desa Panmunjom.

SEOUL, KOMPAS.com - Korea Selatan mengumumkan, mereka akan mengirim kapal perang dan 300 tentara ke Selat Hormuz setelah ditekan AS.

Pernyataan yang disampaikan kementerian pertahanan itu terjadi di tengah ketegangan antara Washington dengan Iran.

Teheran dituding menjadi dalang serangkaian serangan di Selat Hormuz, yang merupakan urat nadi perdagangan minyak dunia.

Baca juga: Analis: Harga Minyak Bisa Naik ke 100 Dollar AS Per Barrel jika Iran Blokir Selat Hormuz

Di tempat itu, seperti diberitakan AFP Selasa (21/1/2020), AS menempatkan misi laut, dengan Korea Selatan ditekan untuk berpartisipasi.

Namun, permintaan itu membuat Seoul dilema. Sebab sejak 1960-an, mereka menjalin relasi diplomatik dengan Iran.

Hingga tahun lalu, Teheran menjadi salah satu penyedia minyak utama bagi negara tetangga Korea Utara (Korut) itu.

Kementerian pertahanan menerangkan, ruang lingkup unit anti-pembajakan di lepas pantai Somalia bakal "diperluas sementara".

Nantinya, kapal perang jenis perusak dan 300 tentara akan dimasukkan ke Teluk Persia dan Teluk Oman, terhubung dengan Selat Hormuz.

Seoul menegaskan bahwa mereka tidak akan ikut dalam misi AS. Tapi, dua perwira perantara disebut dikirim ke markas AS untuk "pembagian informasi".

Korsel dan AS merupakan mitra keamanan. Namun, hubungan dua negara memburuk di era pemerintahan Presiden Donald Trump.

Korea Selatan diminta untuk membayar miliar dollar AS sebagai biaya penempatan pasukan Negeri "Uncle Sam" untuk melindungi dari Korut.

Pekan lalu, Duta Besar AS untuk Korsel, Harry Harris, mendesak Negero "Ginseng" supaya ikut berpartisipasi.

"Sangat sedikit negara yang harus ikut. Sebab, 70 persen dari pasokan minyak yang diperlukan Korsel berasal dari Timur Tengah," jelasnya.

Pada 2018, Trump mengumumkan dia menarik diri dari perjanjian nuklir dengan Iran di 2015, dan menjatuhkan serangkaian sanksi.

Sejak saat itu, negara yang terkenal akan drama Korea dan KPop tersebut mengalami penurunan impor minyak hingga 90 persen tahun lalu.

Baca juga: AS Minta Jerman Gabung Koalisi Angkatan Laut untuk Amankan Selat Hormuz

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.