Trump Yakin Sidang Pemakzulan Dirinya di Senat Bakal Berlangsung Cepat

Kompas.com - 17/01/2020, 09:20 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkampanye di malam ketika dia dimakzulkan oleh DPR AS di Battle Creek, Michigan, Rabu (18/12/2019) AFP/BRENDAN SMIALOWSKIPresiden Amerika Serikat Donald Trump berkampanye di malam ketika dia dimakzulkan oleh DPR AS di Battle Creek, Michigan, Rabu (18/12/2019)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprediksi, sidang pemakzulan dirinya di level Senat bakal berlangsung cepat.

Persidangan secara resmi dimulai Kamis (16/1/2020) ketika 100 senator dan Hakim Ketua Mahkamah Agung John Roberts diambil sumpahnya.

Setelah itu, agenda berlanjut dengan pembacaan dua pasal pemakzulan Trump oleh Ketua Komite Intelijen, Adam Schiff, bertindak sebagai pemimpin tim penuntut.

Baca juga: Sidang Bersejarah Pemakzulan Trump di Level Senat AS Dimulai

Presiden 73 tahun itu dituduh telah menyalahgunakan kekuasaan dan berupaya menghalangi penyelidikan dari Kongres.

Sidang yang bakal dilanjutkan pada Selasa depan (21/1/2020) itu diperkirakan bakal menghabiskan waktu dua pekan.

"Saya pikir bakal berlangsung lebih cepat," kata Trump kepada awak media di Ruang Oval, sebagaimana diwartakan AFP.

"Sudah jelas partisan. Hoaks. Hoaks. Semua orang sudah tahu bahwa (pemakzulan) terhadap saya adalah hoaks," tegasnya.

Dia kemudian menanggapi mantan kolega pengacara pribadinya, Rudy Giuliani, bahwa Trump tahu apa yang terjadi dengan Ukraina.

Lev Pamas yang tengah terjerat kasus hukum menuturkan, sang presiden "tahu persis" seperti apa perbuatan Giuliani.

"Saya tak pernah mengenalnya. Saya tidak yakin pernah berbicara kepada dirinya," terang presiden ke-45 AS tersebut.

Presiden dari Partai Republik itu dituding sengaja menahan bantuan militer Ukraina sebesar 391 juta dollar AS, atau Rp 5,3 triliun.

Bantuan militer tersebut dibekukan supaya Trump bisa menekan Kiev agar menyelidiki Joe Biden, calon rivalnya di Pilpres AS 2020.

Kemudian Trump juga dituduh menahan dokumen maupun saksi yang bisa dipakai oleh House of Representatives (DPR AS) sebagai bukti.

Puncaknya adalah pada 18 Desember 2019, Trump resmi sebagai presiden ketiga yang dimakzulkan setelah dua artikel itu disepakati DPR AS.

Dibutuhkan setidaknya dua pertiga dukungan dari 100 senator agar Trump jadi presiden AS pertama yang dilengserkan dari jabatannya.

Artinya, Demokrat yang berjumlah 45 orang butuh setidaknya dukungan 20 senator Republik, ditambah dua senator independen.

Namun, Republik yang menguasai Senat dengan 53 orang belum menunjukkan tanda-tanda bakal mengalihkan dukungan dari Trump.

Baca juga: Presiden Donald Trump Resmi Dimakzulkan di Level DPR AS

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X