Presiden Iran Minta Militer Minta Maaf soal Pesawat Ukraina yang Jatuh Ditembak Rudal

Kompas.com - 15/01/2020, 20:11 WIB
Puing pesawat di lokasi jatuhnya pesawat Ukraina di Parand, wilayah barat daya Teheran, Rabu (8/1/2020) pagi waktu setempat. Pesawat berjenis Boeing 737-800 itu jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini, Teheran, Iran. AFP/STRINGERPuing pesawat di lokasi jatuhnya pesawat Ukraina di Parand, wilayah barat daya Teheran, Rabu (8/1/2020) pagi waktu setempat. Pesawat berjenis Boeing 737-800 itu jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini, Teheran, Iran.

TEHERAN, KOMPAS.com - Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan, militer harus minta maaf atas pesawat Ukraina yang jatuh ditembak rudal.

Pesawat Ukraine International Airlines itu jatuh tak lama setelah lepas landas di Bandara Imam Khomeini, Teheran, pada 8 Januari 2020.

Insiden yang menewaskan 176 orang itu terjadi beberapa jam setelah Iran menyerang dua pangkalan AS dan sekutunya di Irak.

Baca juga: Pesawat Ukraina Disebut Jatuh Setelah Ditembak 2 Rudal Iran


Serangan itu merupakan balasan setelah Pentagon membunuh jenderal top mereka, Qasem Soleimani, atas "arahan" Presiden Donald Trump.

Selama tiga hari, Teheran membantah pernyataan Kanada dan AS bahwa pesawat Ukraina itu jatuh karena ditembak rudal mereka.

Baru pada Sabtu (11/1/2020), mereka akhirnya mengakui tidak sengaja menjatuhkan pesawat jenis Boeing 737 itu.

Pengakuan itu kemudian berbuntut aksi protes, di mana demonstran mengecam "kebohongan" yang dilakukan oleh pemerintah.

Tepat satu pekan setelah tragedi, Rouhani dalam pidatonya di televisi meminta kepada publik untuk mengedepankan "persatuan nasional".

"JIka terdapat penundaan dari militer untuk merilis penjelasan soal kecelakaan itu, biarkan mereka minta maaf," tegasnya.

Dilansir AFP Rabu (15/1/2020), presiden 71 tahun itu meminta adanya penjelasan lengkap mengenai tragedi tersebut.

Dalam pidatonya, Rouhani menyalahkan AS dan sekutunya karena sudah menciptakan "ketidakamanan" di kawasan Timur Tengah.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Internasional
Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Internasional
Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer 'Secepatnya'

Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer "Secepatnya"

Internasional
Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Internasional
Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Internasional
Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Internasional
Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Internasional
WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

Internasional
Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Internasional
WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

Internasional
Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Internasional
Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Internasional
Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Internasional
Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Internasional
AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X