Kutuk "Kebohongan" terhadap Pesawat Ukraina Jatuh, Demonstrasi Terjadi di Iran

Kompas.com - 12/01/2020, 12:31 WIB
Warga Iran berkumpul menyuarakan simpati dan melakukan demonstrasi setelah pesawat Ukraina Boeing 737 jatuh di Teheran pada Rabu (8/1/2020). Iran yang sebelumnya membantah, akhirnya mengakui menembak jatuh pesawat tersebut dan membunuh 176 orang di dalamnya, dengan menyatakan niat itu tidak mereka sengaja. WANA NEWS AGENCY via REUTERSWarga Iran berkumpul menyuarakan simpati dan melakukan demonstrasi setelah pesawat Ukraina Boeing 737 jatuh di Teheran pada Rabu (8/1/2020). Iran yang sebelumnya membantah, akhirnya mengakui menembak jatuh pesawat tersebut dan membunuh 176 orang di dalamnya, dengan menyatakan niat itu tidak mereka sengaja.

TEHERAN, KOMPAS.com - Ratusan pengunjuk rasa turun ke jalanan di ibu kota Iran, Teheran, untuk mengungkapkan kemarahan mereka terhadap pejabat setempat dan menuduh mereka sebagai "pembohong" karena telah membantah tudingan bahwa pihaknya telah sengaja menembak jatuh sebuah pesawat penumpang dari maskapai Ukraina.

Unjuk rasa terpusat di setidaknya dua universitas dan petugas keamanan dilaporkan telah menembakkan gas air mata, dilaporkan BBC Indonesia Minggu (12/1/2020).

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengunggah dukungan bagi pengunjuk rasa yang "menginspirasi" melalui akun Twitter pribadinya.

Baca juga: Akui Tembak Jatuh Pesawat Ukraina, Berikut Penjelasan Iran

Pada Sabtu (11/1/2020), Iran mengakui "tak sengaja" menembak jatuh sebuah pesawat, tiga hari setelah kecelakaan yang menewaskan 176 orang.

Pesawat dengan kode penerbangan PS752 yang akan menuju Kyiv, ditembak jatuh pada Rabu dekat Bandara Imam Khomeini Airport di Teheran tak lama setelah lepas landas, dan hanya beberapa jam setelah Iran menembakkan misil ke dua markas udara tentara AS di Irak.

Unjuk rasa terpusat di setidaknya dua universitas dan petugas keamanan dilaporkan telah menembakkan gas air mata.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengunggah dukungan bagi pengunjuk rasa yang "menginspirasi" melalui akun Twitter pribadinya.

Pada Sabtu, Iran mengakui "tak sengaja" menembak jatuh sebuah pesawat, tiga hari setelah kecelakaan yang menewaskan 176 orang.

Pesawat dengan kode penerbangan PS752 yang akan menuju Kyiv, ditembak jatuh pada Rabu dekat Bandara Imam Khomeini Airport di Teheran tak lama setelah lepas landas, dan hanya beberapa jam setelah Iran menembakkan misil ke dua markas udara tentara AS di Irak.

Serangan tersebut merupakan tanggapan Iran terhadap pembunuhan komandan Iran Qasem Soleimani dalam serangan udara yang dilancarkan AS di Baghdad pada 3 Januari.

Puluhan warga negara Iran dan Kanada, dan juga Ukraina, Inggris, Afghanistan, dan Jerman tewas dalam kecelakaan pesawat tersebut.

Baca juga: Qasem Soleimani, Mundurnya AS dan Polemik Jatuhnya Pesawat Ukraina di Iran...

Apa yang Terjadi dalam Unjuk Rasa?

Awalnya, para pelajar berkumpul di luar dua universitas, Sharif dan Amir Kabir, untuk menghormati para korban, seperti dilaporkan media setempat. Demonstrasi beranjak menjadi bentuk ekspresi kemarahan mereka menjelang malam.

Kantor berita semi-resmi Fars, tak seperti biasanya, melaporkan unjuk rasa tersebut dan menyebutkan 1.000 orang menyerukan yel-yel yang mengkritik para pejabat tinggi dan merobek gambar Soleimani.

Para pelajar menuntut mereka yang bertanggung jawab atas penembakan pesawat dan mereka yang menutupi aksi tersebut untuk diseret ke ranah hukum.

Baca juga: Selain Pesawat Ukraina, Berikut Deretan Pesawat Sipil yang Jatuh akibat Rudal

Yel-yel termasuk "komandan tertinggi mundur" yang merujuk pada Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan "kematian untuk pembohong".

Fars menyebutkan polisi telah "membubarkan" pengunjuk rasa, yang menutup jalan. Gambar-gambar yang beredar di media sosial menunjukkan gas air mata juga telah ditembakkan.

Pengguna media sosial juga turut mengekspresikan kemarahan terhadap tindakan pemerintah.

Salah satunya menyebut di Twitter: "Saya tidak akan memaafkan otoritas negara saya, orang-orang yang ada di tempat kejadian dan telah berbohong."

Unjuk rasa tersebut lebih kecil dari unjuk rasa di seantero Iran untuk mendukung Soleimani setelah ia terbunuh.

Baca juga: Menteri Iran Sebut Pesawat Boeing 737 Ukraina Jatuh karena Kecerobohan AS

Bagaimana Tanggapan terhadap Demonstrasi?

Presiden Trump mengunggah pesan dalam bahasa Inggris dan Farsi, mengatakan: "Untuk orang-orang Iran yang berani dan menderita: Saya berdiri bersama kalian sejak awal kepemimpinan saya dan pemerintah saya akan terus berdiri bersama kalian.

"Kami memperhatikan unjuk rasa yang kalian lakukan secara seksama. Keberanian kalian sangat menginspirasi."

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengunggah cuitan berisi video unjuk rasa di Iran dan mengatakan: "Suara warga Iran sangat jelas. Mereka telah jengah dengan kebohongan rezim, ketidakmampuan, dan kebrutalan IRGC (Garda Revolusi Iran) di bawah Khamenei. Kami berdiri bersama warga Iran yang pantas mendapatkan masa depan yang lebih baik."

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab membuat pernyataan marah setelah duta besar Rob Macaire ditangkap "tanpa dasar atau penjelasan" dalam sebuah "pelanggaran hukum internasional secara terang-terangan" dalam salah satu protes terhadap Teheran.

Macaire ditahan di tengah demonstrasi di luar Amir Kabir, lalu dibebaskan.

Raab mengatakan Iran dapat terus "melanjutkan tindakannya untuk mendapat status musuh... atau mundur untuk mengurangi ketegangan dan memulai langkah diplomatis."

Baca juga: Akhirnya, Iran Akui Tak Sengaja Tembak Pesawat Boeing 737 Ukraina


Petugas berkumpul di lokasi jatuhnya pesawat Ukraina di Parand, wilayah barat daya Teheran, Rabu (8/1/2020) pagi waktu setempat. Pesawat berjenis Boeing 737-800 itu jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini, Teheran, Iran.AFP/ROUHOLLAH VAHDATI Petugas berkumpul di lokasi jatuhnya pesawat Ukraina di Parand, wilayah barat daya Teheran, Rabu (8/1/2020) pagi waktu setempat. Pesawat berjenis Boeing 737-800 itu jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini, Teheran, Iran.

Bagaimana Pengakuan Iran Terjadi?

Selama tiga hari, Iran membantah tudingan bahwa tembakan misilnya telah menyebabkan jatuhnya pesawat tersebut. Salah seorang juru bicara balik menuduh negara-negara Barat telah "berbohong dan melakukan perang psikologis".

Namun pada Sabtu pagi, stasiun TV nasional menyiarkan pernyataan yang mengakui pesawat tersebut telah ditembak jatuh.

Brigjen. Amir Ali Hajizadeh, komandan udara Garda Revolusi Iran menjelaskan apa yang telah terjadi.

Ia mengatakan, operator misil beraksi tanpa perintah dan menduga pesawat tersebut merupakan "rudal" yang ditembakkan ke Iran sesuai rujukan beberapa laporan.

Baca juga: Beredar di Media Sosial, Benda Ini Diduga Rudal Iran yang Hantam Pesawat Ukraina

"Dia punya 10 detik untuk memutuskan. Dia bisa memutuskan untuk menyerang atau tidak menyerang dalam keadaan seperti itu, dia mengambil keputusan yang salah," kata Hajizadeh.

"Ia diwajibkan untuk berkomunikasi dan mendapatkan verifikasi. Tapi rupanya, ada gangguan pada sistem komunikasi."

Hajizadeh mengatakan militer akan memperbaiki sistem yang ada untuk menghindari kesalahan serupa di masa mendatang.

Ia mengatakan ia berharap "mati saja" setelah diberi tahu mengenai serangan misil tersebut.

Hajizadeh mengatakan ia telah melaporkannya pada otoritas terkait tentang apa yang terjadi pada Rabu. Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan mengapa Iran membantah keterlibatannya selama beberapa hari.

Ayatollah Khamenei mengatakan ada "bukti kesalahan manusia", sementara Presiden Hassan Rouhani mengatakan Iran "sangat menyesali kesalahan fatal" tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif menyalahkan AS. "Kesalahan manusia di tengah krisis yang diakibatkan oleh tindakan AS menyebabkan kecelakaan ini," katanya.

Baca juga: Diduga Menembak Pesawat Boeing 737 Milik Ukraina, Ini Bantahan Iran

Bagaimana Reaksi Kanada dan Ukraina?

Presiden Ukraina Volodomyr Zelensky dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau berbicara dengan Rouhani pada Sabtu.

Trudeau mengatakan ia "sangat marah" dan telah menyampaikan pada Rouhani bahwa harus ada penyelidikan secara penuh dengan "kejelasan bagaimana tragedi ini dapat terjadi".

"Kanada tidak akan berhenti sampai kami mendapat pertanggungjawaban, keadilan, dan kesimpulan yang layak didapatkan keluarga (korban)... mereka terluka, marah, dan berduka dan mereka butuh jawaban."

Zelensky, yang menuntut kompensasi dan permintaan maaf, mengatakan Rouhani telah meyakinkannya jika "semua orang yang terlibat dalam kecelakaan udara ini akan diseret ke ranah hukum".

Baca juga: Maskapai Ukraina Ditembak Rudal Iran karena Dikira Pesawat AS

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.