Pejabat China: Trump Membuat Dunia Jadi Tempat yang Sangat Berbahaya

Kompas.com - 11/01/2020, 08:25 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan keterangan pers di Gedung Putih, Washington, pada 8 Januari 2020. Trump memberikan pernyataan sikap setelah Iran menyerang dua markas pasukan AS di Irak. Iran mengklaim bertanggung jawab sebagai balasan setelah Komandan Pasukan Quds, Jenderal Qasem Soleimani, tewas diserang rudal AS. AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/WIN MCNAMEEPresiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan keterangan pers di Gedung Putih, Washington, pada 8 Januari 2020. Trump memberikan pernyataan sikap setelah Iran menyerang dua markas pasukan AS di Irak. Iran mengklaim bertanggung jawab sebagai balasan setelah Komandan Pasukan Quds, Jenderal Qasem Soleimani, tewas diserang rudal AS.

LONDON, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump telah membuat " dunia menjadi tempat yang sangat berbahaya" karena ketegangannya dengan Iran.

Pernyataan itu disampaikan Chen Wen, wakil Duta Besar China untuk Inggris, Liu Xiaoming kepada Sky News Jumat (10/1/2020).

Chen mengatakan, ketegangan yang terjadi antara AS dengan Iran jadi perhatian besar, dan harus diselesaikan secara damai.

Baca juga: Trump: Tewasnya Jenderal Iran adalah Keadilan Amerika

Dia mengkritik kebijakan Trump yang langsung membunuh jenderal berpengaruh Iran, Qasem Soleimani, pada pekan lalu.

Soleimani yang merupakan komandan Pasukan Quds tewas diserang rudal di Bandara Internasional Baghdad, Irak, pada 3 Januari 2020.

Kematiannya kemudian memicu aksi balasan dengan dua pangkalan AS dibombardir rudal pada Rabu pagi waktu setempat (8/1/2020).

Chen menjelaskan, China selalu menentang penggunaan kekuatan dalam relasi internasional, dan menyebut tindakan AS membahayakan norma internasional.

"Jenis kebijakan seperti ini, jika mereka melanjutkannya, bakal membuat dunia menjadi tempat yang sangat berbahaya," terangnya.

Chen yang menjabat sebagai charge d'affaires Kedutaan Besar China menerangkan, Trump sudah menerapkan "hukum rimba".

Dia menuturkan, Trump sudah membuat "dunia jadi tempat yang sangat berbahaya" karena sudah membunuh petinggi militer Iran.

"Membunuh jenderal yang Anda yakin jahat di tanah negara lain jelas-jelas pelanggaran norma internasional," katanya.

Dalam konferensi pers, presiden 73 tahun itu menahan diri dari potensi perang dengan tak mengumumkan serangan balasan.

Meski begitu, dia membela diri atas perintah menewaskan Qasem Soleimani, dengan menyatakan dia membawa "keadilan Amerika".

Teheran melalui para petinggi Garda Revolusi berjanji, mereka akan terus melanjutkan serangan hingga AS keluar dari Timur Tengah.

Baca juga: Komandan Iran Janjikan Pembalasan Keras hingga Pasukan AS Keluar dari Timur Tengah



Sumber Sky News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X