Kesaksian WNI soal Kebakaran Hutan Australia: Merasa Seperti di Ruang Gas

Kompas.com - 10/01/2020, 23:24 WIB
Asap membubung ke udara akibat kebakaran hutan di Bairnsdale, Victoria, Australia, Senin (30/12/2019), gambar didapat dari media sosial. Kebakaran hutan hebat yang melanda sejumlah negara bagian di Australia dilaporkan menewaskan sedikitnya 24 orang, dengan lebih dari 2.000 rumah hancur dan membunuh sekitar 500 juta hewan liar. ANTARA FOTO/GLEN MOREY/via REUTEAsap membubung ke udara akibat kebakaran hutan di Bairnsdale, Victoria, Australia, Senin (30/12/2019), gambar didapat dari media sosial. Kebakaran hutan hebat yang melanda sejumlah negara bagian di Australia dilaporkan menewaskan sedikitnya 24 orang, dengan lebih dari 2.000 rumah hancur dan membunuh sekitar 500 juta hewan liar.

CANBERRA, KOMPAS.com - Sejumlah Warga Negara Indonesia ( WNI) mengatakan mereka mengalami sesak napas akibat kebakaran semak yang terjadi di Australia.

Beberapa juga memutuskan untuk mengevakuasi diri ke kota lain, yang tidak terlalu terdampak kebakaran.

Wasisto Jati, peneliti Indonesia yang kini mengenyam pendidikan di sebuah universitas di Canberra termasuk yang mengungsi ke Sydney saat dampak kebakaran memburuk pekan lalu.

Baca juga: Leonardo DiCaprio Donasikan Rp 41,2 Miliar untuk Atasi Kebakaran di Australia


"(Saya) evakuasi juga liburan di Sydney karena kalau tetap di Canberra itu seperti hidup di dalam ruang gas," ujar Wasisto.

Wasisto yang tinggal di asrama kampus di Canberra itu mengatakan minimnya pendingin ruangan di asramanya membuat debu akibat kebakaran seperti terperangkap dalam ruangan.

Ia pun merasa 'kepanasan' dan harus pergi ke aula asrama untuk merasa lebih nyaman.

Ketika dihubungi BBC Indonesia (10/01), Wasisto telah kembali ke Canberra, namun tetap harus memakai masker khusus jika pergi ke luar.

Media Australia, ABC menyebut kualitas udara di Canberra sangat buruk karena Canberra dikelilingi pegunungan dari Brindabellas Range hingga The Great Dividing Range.

Kondisi itu membuat asap terperangkap dan sulit bisa keluar dari kota itu.

Baca juga: Kebakaran Hutan Australia, Ini 6 Fakta yang Harus Anda Tahu

"Anak-anak Sakit"

Dampak asap itu, kata Wasisto, telah membuat sejumlah teman-temannya sesak napas, apalagi jika mereka punya riwayat asma.

Susan, WNI yang bermukim di Sydney, juga mengutarakan hal yang sama.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X