Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Muncul Dugaan Pesawat Ukraina yang Jatuh Ditembak Rudal Iran

Kompas.com - 10/01/2020, 08:12 WIB
Ardi Priyatno Utomo

Penulis

Berdasarkan data penerbangan, Ukraine International Airlines terbang dari Bandara Imam Khomeini, Teheran, pukul 06.12 waktu lokal.

Masalah mulai dihadapi dua menit setelah lepas landas, saat burung besi itu terbang di ketinggian 8.000 kaki sebelum berhenti berkomunikasi.

Video yang beredar memperlihatkan Boeing 737 itu terbakar di angkasa sebelum jatuh. Setidaknya 167 penumpang dan 9 kru tewas.

Teheran melalui badan penerbangan sipil menjelaskan, pesawat tersebut mengalami "keadaan darurat" setelah lepas landas.

Namun, kru tidak mengumumkan keadaan darurat. Melainkan mencoba untuk kembali ke bandara sebelum kemudian jatuh.

Pendiri Bellingcat, grup investigasi digital, Eliot Higgins menerangkan, benda itu memang nampak seperti sistem pertahanan Tor.

Baca juga: Pesawat Ukraina yang Jatuh di Iran Disebut Produksi 2016

Namun dalam kicauannya di Twitter, dia menuturkan dibutuhkan penyelidikan lebih mendalam untuk memastikan benda tersebut.

Tor merupakan sistem rudal buatan Rusia yang didesain anti-pesawat dengan ketinggian rendah. Iran disebut membeli 29 unit pada 2007.

Vadim Lukashevich, pakar penerbangan Rusia, menuturkan terdapat kontroversi serta kebingungan dalam investigasi Ukraine International Airlines.

Pasalnya, Iran sudah menyatakan tidak akan menyerahkan kotak hitam yang ditemukan baik kepada AS maupun Boeing.

Hubungan dua negara sudah memanas dalam sepekan terakhir sejak kematian komandan Pasukan Quds, Jenderal Qasem Soleimani.

Teheran membalas dengan membombardir Pangkalan Ain al-Assad dan Irbil pada Rabu dini hari waktu setempat, atau beberapa jam sebelum pesawat Ukraina jatuh.

"Mengingat level kecurigaan yang ada, besar kemungkinan Iran ingin memastikan mereka tidak bersalah, dan hendak menyerahkannya ke negara lain," paparnya.

Baca juga: Boeing 737 Ukraina Jatuh, Berikut Deretan Kecelakaan Pesawat di Iran

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com