Iran Vs AS: Ketegangan 2 Negara sejak 2019

Kompas.com - 08/01/2020, 19:41 WIB
Seorang pria memegang gambar mendiang Komandan Pasukan Quds, Mayor Jenderal Qasem Soleimani, di tengah perayaan setelah Iran melancarkan serangan rudal terhadap pangkalan AS di Irak pada 8 Januari 2020. Serangan itu merupakan balasan setelah AS membunuh Soleimani pekan lalu. WANA NEWS AGENCY via REUTERSSeorang pria memegang gambar mendiang Komandan Pasukan Quds, Mayor Jenderal Qasem Soleimani, di tengah perayaan setelah Iran melancarkan serangan rudal terhadap pangkalan AS di Irak pada 8 Januari 2020. Serangan itu merupakan balasan setelah AS membunuh Soleimani pekan lalu.

Pemerintah Iran menyikapi dengan berang ketika Washington terang-terangan mendukung massa penentang pemerintah yang berdemo karena kenaikan harga bahan bakar do 15 November 2019.

Washington menyebut Teheran menggunakan "senjata mematikan" yang membuat sejumlah demonstran tewas, dengan Iran membalas menyebut AS menggunakan "terorisme ekonomi".

7. Serangan Udara AS Bunuh Jenderal Top Qasem Soleimani

Di 29 Desember, Pentagon secara mengejutkan mengumumkan menggelar serangan udara yang menewaskan 25 milisi pro-Iran.

Serangan itu merupakan balasan setelah kontraktor sipil AS tewas dihantam roket yang diluncurkan ke fasilitas Negeri "Uncle Sam" tiga hari sebelumnya.

Kemudian pada 31 Desember 2019, massa pendukung milisi pro-Iran berdemo, dan menyerang Kedutaan Besar AS di Irak.

Baca juga: Iran Tembakkan 22 Rudal ke 2 Markas Pasukan AS di Irak, Klaim Tewaskan 80 Orang

Trump saat itu sempat mengatakan bahwa Teheran "bakal membayar harga yang sangat mahal" karena serangan di kawasan AS.

Pada 3 Januari 2020, Jenderal Soleimani, komandan Pasukan Quds yang adalah sayap elite Garda Revolusi, tewas di Baghdad, Irak.

Soleimani tewas bersama dengan wakil pemimpin jaringan milisi Irak pro-Iran Hashed al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis.

Pentagon menerangkan, Trump sendiri yang memerintahkan serangan setelah pengepungan kedutaan AS di Baghdad.

8. Rudal Iran Hujani Markas Pasukan AS

Puncak dari ketegangan tersebut adalah 22 rudal yang diluncurkan Iran, dan mengenai dua markas pasukan AS di Irak.

Serangan itu merupakan tindak lanjut setelah Komandan Garda Revolusi, Mayjen Hossein Salami, menyebut mereka bakal balas dendam.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menuturkan, mereka bertindak sesuai dengan aturan yang ada untuk membela diri.

Baca juga: AS-Iran Memanas, Luhut Minta Jangan Heboh

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X