Kompas.com - 07/01/2020, 16:50 WIB

Pejabat polisi Manchester Mabs Hussain mengatakan, mereka memperkirakan Reynhard melakukan tindak kejahatan sekitar 10 tahun, jauh lebih lama dari periode dua setengah tahun berdasarkan bukti yang ada, mulai dari Januari 2015 sampai ia ditahan pada Juni 2017.

Baca juga: Korban Reynhard Sinaga Diperkosa Berkali-kali dalam Keadaan Tak Sadar

Tim penyidik telah berbicara dengan sejumlah pria, yang diidentifikasi berdasarkan bukti foto-foto yang diambil sebelum 2015.

Mereka ingat pernah berada di apartemen Reynhard, tetapi tak ingat apa yang terjadi dan tak ada bukti lebih lanjut bahwa mereka diperkosa.

Reynhard memberikan pembelaannya pada sidang pertama, Juni 2018, dan pada sidang keempat, Desember 2019, dengan menyatakan apa yang disebut hakim sebagai "pembelaan yang tidak masuk akal".

Reynhard menyebutkan, setiap korban setuju untuk dipenetrasi sambil berpura-pura tidur untuk menjalankan "fantasi seksualnya".

Selama empat persidangan yang berlangsung, hakim melarang media memberitakan proses hukum kasus ini untuk memastikan persidangan berjalan adil.

Larangan baru dicabut setelah hakim mengeluarkan putusan pada Senin (6/1/2020).

Peradilan Inggris dengan sistem juri dalam kasus pemerkosaan ini menggunakan empat tim juri yang berbeda.

Dalam sidang terungkap, saat pertemuan awal dengan para pria muda itu, tidak ada pembicaraan terkait seks, dan Reynhard menggunakan berbagai cara untuk mengajak sasarannya.

Sebagian diajak minum, sebagian mengecas telepon genggam mereka sambil menunggu taksi untuk pulang.

Dari 48 orang pria muda--semua adalah pria kulit putih Inggris--yang kasusnya telah disidangkan, 45 orang adalah heteroseksual dan tiga gay. Sebagian besar tinggal di Manchester.

Kesaksian mereka di persidangan menunjukkan bagaimana Reynhard beraksi.

Semua bukti rekaman video yang direkam Reynhard sendiri menunjukkan pria yang diperkosanya tak sadar.

Namun, pria kelahiran Jambi ini tetap menekankan bahwa "para pria itu berpura-pura tidur" sebagai bagian dari permainan "fantasi seksual".

Baca juga: Di Mata Ibu, Reynhard Sinaga adalah Anak yang Baik dan Rajin Beribadah

Bangun keesokan hari dengan celana terbuka

Dua korban memberikan kesaksiannya dalam dua sidang yang dihadiri BBC News Indonesia, Desember lalu.

Pada Selasa pagi 3 Desember 2019, sekitar pukul 10:30 pagi, setengah jam sebelum Hakim Suzanne Goddard masuk ruang sidang Pengadilan Manchester, Reynhard masuk didampingi dua petugas.

Dia mengenakan sweater (baju hangat) krem dan celana hitam, berkaca mata dan membawa seberkas dokumen.

Reynhard tampak beberapa kali berbicara dengan para petugas sebelum hakim masuk.

Hari itu, sidang menghadirkan saksi pertama, seorang pria yang diperkosa Reynhard pada 2015.

Baca juga: Dikaitkan dengan Sosok Pemerkosa Reynhard Sinaga, Ini Tanggapan UI

Korban pertama yang dihadirkan duduk di balik tirai.

Reynhard dan pengunjung sidang, termasuk media yang hadir, diminta untuk keluar terlebih dahulu sebelum korban dihadirkan dan duduk di balik tirai.

Hanya hakim, 12 anggota juri, jaksa, dan kuasa hukum yang dapat melihat korban yang memberikan kesaksiannya.

Dari empat pengadilan terpisah sejak Juni 2018 sampai Desember 2019, hanya beberapa korban memberikan kesaksian tanpa sekat.

Sepanjang sidang pada 3 Desember sekitar lima jam itu, Reynhard sering menyisir rambut panjangnya yang belah pinggir, dengan jari-jarinya.

Reynhard juga tampak mendengarkan keterangan korban sambil sekali-sekali menunduk untuk mencatat.

Jaksa penuntut Iain, Simkin, yang pertama kali mengajukan pertanyaan kepada korban, termasuk di mana korban bertemu dengan Reynhard dan mengapa sampai akhirnya ia bisa sampai terbangun di apartemen pria Indonesia itu.

Korban yang saat kejadian berusia 19 tahun tersebut mengatakan, ia pergi minum-minum dengan rekan-rekan dan pacarnya pada Sabtu malam, 24 Januari 2015.

Saat ditanya apakah dia dalam keadaan mabuk, pria itu mengatakan dalam kondisi cukup mabuk.

Baca juga: Dikaitkan dengan Sosok Pemerkosa Reynhard Sinaga, Ini Tanggapan UI

Ia bersama pacar dan teman-temannya berada di satu kelab malam dan keluar dari kelab karena bertengkar dengan sang pacar.

"Saya ingat dia mengajak saya ke tempatnya," kata pria itu dan menambahkan Reynhard "tampak baik" sehingga ia bersedia diajak.

Ia ditawari satu gelas minuman keras dan mengatakan merasa mual dan tak ingat apa-apa lagi setelah itu.

Saat ditanya jaksa penuntut apa yang ia rasakan saat terbangun pada pukul 10.00 pagi keesokan harinya, pria itu mengatakan "sangat hangover (sakit kepala berat setelah mabuk)".

Bagaimana dengan kondisi pakaian, tanya jaksa, dan dijawab "celana dalam keadaan terbuka".

Korban juga mengatakan, pacarnya mencarinya sepanjang malam dan menelepon polisi.

Baca juga: Reynhard Sinaga Disebut Psikopat, Apa Bedanya dengan Sosiopat?

"Saya dapat cowok 19 tahun"

Sebelum menghadirkan korban, jaksa penuntut memutar vídeo perkosaan yang direkam oleh Reynhard sendiri dan dipertontonkan ke 12 juri melalui beberapa monitor TV di meja.

Dalam vídeo berdurasi tiga menit itu--yang tidak diperlihatkan ke arah pengunjung dan media - terdengar suara orang mendengkur.

Jaksa penuntut mengatakan, apa yang dialami korban pria itu serupa dengan apa yang dialami oleh para korban lain.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.