Kim Jong Un Umumkan Korea Utara Bakal Kembali Uji Coba Senjata

Kompas.com - 01/01/2020, 06:52 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tertawa saat menghadisi Pertemuan Umum Kelima Komite Pusat Partai Buruh, dalam foto yang dirilis pada 31 Desember 2019 oleh media pemerintah KCNA. KCNA via REUTERSPemimpin Korea Utara Kim Jong Un tertawa saat menghadisi Pertemuan Umum Kelima Komite Pusat Partai Buruh, dalam foto yang dirilis pada 31 Desember 2019 oleh media pemerintah KCNA.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengumumkan, mereka bakal kembali menggelar uji coba senjata di masa depan.

Sebelumnya, Korut mengklaim menembakkan rudal yang bisa menjangkau daratan utama AS, dan menggelar enam kali tes nuklir.

Sejak 2018, Kim Jong Un sempat menerapkan moratorium bahwa Korea Utara tidak akan lagi melakukan uji coba senjata.

Baca juga: Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Moratorium tu diberlakukan setelah Kim menjalin pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump hingga tiga kali.

Negosiasi dua pemimpin mengalami kebuntuan sejak pertemuan di Vietnam pada Februari 2018, dengan Korut menuntut adanya pendekatan baru sebelum akhir tahun.

"Tidak ada alasan lagi bagi kami untuk mematuhi komitmen ini lebih lama lagi," ujar Kim Jong Un seperti dikutip KCNA.

"Dunia akan kembali menyaksikan senjata strategis baru yang dilakukan oleh DPRK (nama resmi Korut) di masa depan," katanya dilansir AFP Rabu (1/1/2020).

Kabar yang diungkap oleh KCNA itu terjadi jelang pidato Tahun Baru yang dilakukan Kim, momen kunci dalam kalender politik Korut.

Pada saat itu, Kim akan meninjau kembali apa yang sudah mereka capai sepanjang 2019 dan menetapkan tujuan pada 2020.

Ini bakal jadi pidato kedelapan Kim, tradisi yang dimunculkan di era kakeknya, Kim Il Sung, namun sempat hilang saat ayahnya, Kim Jong Il, berkuasa.

Kepada para pejabat Partai Buruh, Kim menjelaskan dia siap hidup dalam sanksi internasional demi menjaga kemampuan nuklir.

"AS terus meningkatkan tuntutan yang bertentangan dengan kepentingan mendasara negara, dan mengadopsi sikap jahat mereka," ujarnya.

Dia mengatakan, Washington sudah melangsungkan latihan militer dan mengirim peralatan berkualitas tinggi ke negara tetangga, Korea Selatan.

Namun di sisi lain, AS menjatuhkan sanksi kepada Pyongyang. "Kami tidak akan pernah menjual martabat kami," tegasnya.

"Negara ini akan melakukan tindakan yang bakal dibayar oleh AS, karena mereka sudah memberikan penderitaan bagi rakyat ini," ancamnya.

Selama berbulan-bulan, Korea Utara sudah meminta agar sanksi mereka diringankan sebagai ganti penyerahan senjata nuklir.

Baca juga: Kembali Disebut Trump Pria Roket, Kim Jong Un Tidak Senang

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X