Kompas.com - 31/12/2019, 16:42 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - AS memberikan jawaban atas ancaman Irak, setelah menggelar serangan udara atas milisi pro-Iran di wilayahnya.

Setidaknya 25 kombatan tewas dalam operasi yang berlangsung Minggu (29/12/2019), di mana merupakan balasan atas serangan roket yang menewaskan kontraktor sipil AS.

Irak melalui pemerintahan karteker menyatakan, mereka mengecam serangan udara itu karena dianggap pelanggaran kedaulatan negara.

Baca juga: AS Serang Milisi Pro-Iran di Wilayahnya, Begini Ancaman Irak

Baghdad kemudian mengancam, mereka akan meninjau kembali kerja sama dengan Washington buntut operasi atas milisi pro-Iran.

Sumber pejabat senior Kementerian Luar Negeri AS mengungkapkan, mereka sebenarnya sudah berkali-kali memperingatkan Baghdad.

"Bahkan kami sudah membagikan informasi yang kami punya supaya mereka melindungi kami," ujar sumber itu kepada AFP Selasa (31/12/2019).

Sumber itu menekankan, baik diplomat maupun personel militer AS berada di Irak atas undangan pemerintah setempat.

"Jadi, adalah tanggung jawab mereka untuk melindungi kami. Namun, mereka tak melaksanakan tugasnya," keluh pejabat anonim itu.

Sejumlah serangan menghantam pangkalan Irak yang digunakan sebagai markas oleh militer AS, di mana faksi pro-Iran dituding pelakunya.

Pentagon menggelar serangan udara yang menyasar Brigade Hezbollah, salah satu faksi radikal Hashed al-Shaabi yang didukung Teheran.

Berdasarkan keterangan dari Hashed al-Shaabi, serangan itu tak hanya menewaskan 25 milisinya. Tetapi juga melukai 51 orang.

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) melakukan percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Menurut juru bicara Kemenlu Morgan Ortagus, keduanya sepakat Iran dan jaringannya sudah mengacaukan stabilitas Timur Tengah.

Pompeo menekankan setiap serangan yang menargetkan warga atau kepentingan AS bakal dibalas dengan tindakan tegas, seperti yang diperlihatkan Minggu.

"Kami sudah memberi tahu mereka bahwa kami akan segera melaksanakan langkah balasan atas serangan yang terjadi Minggu," tukas sumber tersebut.

Baca juga: Gelar Serangan Udara di Irak dan Suriah, AS Klaim Tewaskan 19 Milisi Pro-Iran

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.