AS Serang Milisi Pro-Iran di Wilayahnya, Begini Ancaman Irak

Kompas.com - 31/12/2019, 09:48 WIB
Ilustrasi Serangan Udara oleh Jet Tempur. ThinkstockIlustrasi Serangan Udara oleh Jet Tempur.

BAGHDAD, KOMPAS.com - Irak melontarkan ancaman setelah AS menggelar serangan udara, dan menewaskan 25 milisi pro- Iran di wilayahnya.

Dalam pernyataan resmi pemerintahan karteker, Baghdad menuduh AS sudah menjalankan kepentingan politiknya sendiri.

Baca juga: Gelar Serangan Udara di Irak dan Suriah, AS Klaim Tewaskan 19 Milisi Pro-Iran

Irak menambahkan perlindungan pangkalan, militer, hingga wargaya adalah tanggung jawab pasukan keamanan mereka, dilansir AFP Senin (30/12/2019).


Baghdad melanjutkan, serangan udara atas milisi pro-Iran tidak hanya merupakan bentuk pelanggaran terhadap kedaulatan mereka.

Namun juga tidak sesuai dengan aturan kontak senjata yang dipaparkan koalisi internasional untuk memerangi kelompok ekstremis.

"Serangan itu memaksa kami untuk meninjau kembali relasi dan kerangka keamanan, politik, maupun legal dalam rangka perlindungan kedaulatan kami," ujar pemerintah karteker.

Sementara juru bicara Iran, Abbas Mousavi, menyatakan operasi militer itu merupakan bentuk dukungan Washington terhadap terorisme.

Sebelumnya pada Minggu (29/12/2019), Pentagon mengklaim mereka menggelar serangan udara terhadap target milik brigade Hezbollah, Hashed al-Shaabi, dengan 25 orang disebut tewas.

Serangan udara itu terjadi sebagai balasan atas hantaman roket yang terjadi pada Jumat (27/12/2019) di Kirkuk yang menewaskan kontraktor sipil AS.

"Saya kira mereka akan melakukan balasan," ujar seorang sumber militer kepada Reuters seperti diwartakan Sky News.

Pendiri Hashed al-Shaabi, Jamal Jaafar Ibrahimi, yang dikenal dekat dengan Teheran berjanji bakal segera membalas.

"Darah para martir ini tidak akan kering sia-sia. Kami akan melakukan perhitungan dengan pasukan AS di Irak," ancamnya.

Baca juga: Gelar Latihan Gabungan dengan Rusia dan China, Iran Beri Pesan kepada AS

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP,Sky News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X