Kompas.com - 30/12/2019, 21:45 WIB

Imbas dari serangan itu, pemerintah merilis sejumlah larangan. Di antaranya adalah pelarangan penggunaan burqa hingga memblokir media sosial.

Baca juga: Rekaman CCTV Ungkap Pelaku Ledakan Bom Sri Lanka Check In di Hotel Sebelum Beraksi

4. Penembakan Massal di El Paso, Texas, AS
Korban Tewas: 22

Warga yang tengah berbelanja di Walmart El Paso, Texas, pada 3 Agustus 2019 terkejut ketika penembakan massal terjadi.

Pemuda 21 tahun bernama Patrick Crusius dari Allen, memberondongkan senapannya ke arah pengunjung, dan menewaskan 22 di antaranya.

Baca juga: Pelaku Penembakan Massal di Walmart El Paso Texas Mengaku Targetkan Orang Meksiko

Crusius ditangkap tak lama setelah menyerang Walmart, dengan polisi menerangkan dia sempat merilis manifesto tindakannya.

Pemuda itu menyebut dia terinspirasi dari penembakan massal di masjid Selandia Baru, dan mengkritik adanya "pekerja asing" di AS.

Pada 3 September, Walmart mengumumkan mereka tidak akan menjual amunisi untuk senapan serbu di jaringan toko mereka di seantero AS.

Baca juga: Ibu 25 Tahun Tewas demi Lindungi Putranya dalam Penembakan Massal Texas

5. Penembakan Massal di Dayton, Ohio, AS
Korban Tewas: 10

Sekitar 13 jam setelah insiden di El Paso, penembakan massal yang memilukan juga terjadi di Dayton, Ohio, pada 4 Agustus.

Pelaku yang bernama Connor Stephen Betts memuntahkan peluru dari pistol Remington .223 bergaya AR-15, dilengkapi 100 peluru.

Aksinya dimulai pukul 01.05 waktu setempat, di mana Betts menembaki Ned Peppers Bar di Oregon Historic Ditric, dan membunuh 9 orang.

Baca juga: CCTV Rekam Detik-detik Pengunjung Berlarian Dikejar Tersangka Penembakan Massal Ohio

Berdasarkan keterangan Kepala Polisi Dayton Richard Biehl, anggotanya datang 20 detik setelah penembakan massal terjadi.

Dalam rentang waktu 32 detik saat penyerangan, pemuda 24 tahun itu ditembak mati oleh polisi yang berada di lokasi.

Laporan otopsi yang dirilis 6 Desember menunjukkan, terdapat 30 peluru yang bersarang di tubuh pelaku teror tersebut.

Dalam investigasi polisi, terungkap Betts sempat mempunyai "daftar korban" yang ingin dia bunuh pada 2012 silam.

Mantan teman sekelas SMA Bellbrook mengungkapkan, Betts pernah menjadi korban perundungan dan berjanji bakal menyerang sekolahnya.

Selain itu pada 4 Agustus, polisi dan FBI menyatakan pelaku begitu tertarik pada penembakan massal, dan ingin melakukannya.

Pada 15 Agustus, bagian koroner Montgomery County menuturkan dalam sistem darah Betts terdapat kandungan kokain, alkohol, dan Xanax.

Baca juga: Tersangka Penembakan Massal Ohio Bunuh 9 Orang Kurang dari 1 Menit

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.