Kompas.com - 28/12/2019, 16:05 WIB

Ketegangan antara Iran dan AS dimulai setelah Presiden Donald Trump mengumumkan menarik diri dari perjanjian nuklir tahun lalu.

Hubungan itu semakin memanas setelah pada Juni lalu, Teheran mengklaim sudah menembak jatuh drone AS yang dituduh melanggar zona udara mereka.

Klaim tersebut sempat membuat Trump mengotorisasi serangan balasan terhadap Iran, hanya untuk membatalkannya di menit terakhir.

Krisis itu makin bertambah pelik ketika kilang milik perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco, di Abqaiq dan Khurais diserang drone.

Kelompok pemberontak asal Yaman, Houthi, mengklaim bertanggung jawab. Namun Washington menuduh Teheran pelakunya.

Baca juga: Kapal Perang Angkatan Laut Kanada Dilaporkan Melintas di Selat Taiwan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.