Polisi Hong Kong Tangkap 336 Demonstran di Hari Natal

Kompas.com - 27/12/2019, 22:52 WIB
Seorang pengunjuk rasa memakai topen Guy Fawkes mengibarkan bendera saat demonstrasi Hari Hak Asasi Manusia, yang diselenggarakan oleh Civil Human Right Front, di Hong Kong, China, Minggu (8/12/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Danish SiddiquiSeorang pengunjuk rasa memakai topen Guy Fawkes mengibarkan bendera saat demonstrasi Hari Hak Asasi Manusia, yang diselenggarakan oleh Civil Human Right Front, di Hong Kong, China, Minggu (8/12/2019).

HONG KONG, KOMPAS.com - Polisi Hong Kong mengumumkan, mereka menangkap 336 orang demonstran dalam aksi protes di hari Natal.

Juru bicara kepolisian Kwok Ka-chuen mengatakan, di antara 336 pendemo yang ditangkap saat Natal terdapat 92 orang perempuan.

Kemudian terdapat juga demonstran dari anak di bawah umur, dengan yang termuda berusia 12 tahun dalam penangkapan sepanjang Senin (23/12/2019) hingga Kamis (26/12/2019).

Baca juga: Tertangkap Bawa Sabu, 2 Warga Hong Kong Diancam Hukuman Mati di Bali


Pengumuman itu membuat jumlah pengunjuk rasa yang ditangkap polisi Hong Kong hampir menyentuh angka 7.000, dengan kebanyakan usia pelajar.

Para pengunjuk rasa yang mengenakan topi Sinterklas terlibat bentrok dengan penegak hukum selama masa liburan, dengan aksi diperkirakan berlanjut hingga Tahun Baru.

Kwok menyatakan, dia mengecam aksi penyerangan yang dilakukan terhadap warga sipil di kawasan perbelanjaan dan restoran.

Begitu juga aksi vandalisme yang dia sebut dilakukan demonstran di layanan publik seperti bank, stasiun kereta, hingga jaringan listrik.

Dilansir AP via Straits Times Jumat (27/12/2019), Kwok menerangkan upaya mereka adalah membungkam warga yang tak sependapat.

"Siapa pun yang tidak setuju dengan aksi kekerasan yang mereka lakukan, bakal mendapat tindakan serupa," ujar Kwok.

Pendemo yang mengenakan pakaian hitam dilaporkan merusak kaca di pusat perbelanjaan, dengan polisi membalas dengan gas air mata.

Kerusuhan saat Natal ditakutkan juga bakal merembet pada Tahun Baru, maupun Imlek yang dirayakan akhir Januari mendatang.

Demonstrasi tersebut meletus pada Juni lalu setelah massa menentang usulan UU Ekstradisi yang digulirkan pemerintah.

Dalam perkembangannya, massa kemudian meminta demokrasi yang lebih luas. Seperti hak dalam memilih pemimpin sendiri.

Kemudian, mereka juga mendesak adanya penyelidikan kebrutalan yang dilakukan polisi, hingga amnesti bagi demonstran yang ditangkap.

Baca juga: Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penembakan Kembali Terjadi di Thailand, 1 Orang Tewas

Penembakan Kembali Terjadi di Thailand, 1 Orang Tewas

Internasional
Senator AS Ini Sebut Virus Corona Berasal dari Laboratorium di Wuhan

Senator AS Ini Sebut Virus Corona Berasal dari Laboratorium di Wuhan

Internasional
Ternyata, Nama Planet Pluto Diambil dari Orang Ini

Ternyata, Nama Planet Pluto Diambil dari Orang Ini

Internasional
Dokumen Bocor Sebut China Menahan Uighur karena Punya Jenggot

Dokumen Bocor Sebut China Menahan Uighur karena Punya Jenggot

Internasional
Sudah Sembuh dari Virus Corona, Pria Ini Ingin Makan Kebab

Sudah Sembuh dari Virus Corona, Pria Ini Ingin Makan Kebab

Internasional
Ledakan Bom Hantam Tim Vaksin Polio di Pakistan

Ledakan Bom Hantam Tim Vaksin Polio di Pakistan

Internasional
Pemerintah China Minta Warganya yang Sembuh dari Virus Corona untuk Donasikan Darah

Pemerintah China Minta Warganya yang Sembuh dari Virus Corona untuk Donasikan Darah

Internasional
Terapkan Aturan Ketat untuk Tangkal Virus Corona, Warga Hubei Dilarang Keluar Rumah

Terapkan Aturan Ketat untuk Tangkal Virus Corona, Warga Hubei Dilarang Keluar Rumah

Internasional
Aktivis HAM Pengkritik Presiden China Xi Jinping Ditahan

Aktivis HAM Pengkritik Presiden China Xi Jinping Ditahan

Internasional
Kim Jong Un Habiskan Rp 6,8 Miliar demi Kuda Jantan Putih Asli Rusia

Kim Jong Un Habiskan Rp 6,8 Miliar demi Kuda Jantan Putih Asli Rusia

Internasional
Wabah Virus Corona, Pedagang Hewan Liar di China Berniat Jualan Lagi jika Larangan Dicabut

Wabah Virus Corona, Pedagang Hewan Liar di China Berniat Jualan Lagi jika Larangan Dicabut

Internasional
Ayah di Suriah Ini Ajari Anaknya Tertawa Setiap Dengar Ledakan Bom

Ayah di Suriah Ini Ajari Anaknya Tertawa Setiap Dengar Ledakan Bom

Internasional
Kisah Pasien Virus Corona: Kakek Baru Dapat Kasur Rumah Sakit 3 Jam Sebelum Meninggal

Kisah Pasien Virus Corona: Kakek Baru Dapat Kasur Rumah Sakit 3 Jam Sebelum Meninggal

Internasional
Hamas Gunakan Gambar Wanita Cantik untuk Retas Ponsel Tentara Israel

Hamas Gunakan Gambar Wanita Cantik untuk Retas Ponsel Tentara Israel

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Per 18 Februari 2020 Capai 1.863 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Per 18 Februari 2020 Capai 1.863 Orang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X