Survei: Mayoritas Rakyat Dukung Pemakzulan Donald Trump oleh DPR AS

Kompas.com - 21/12/2019, 19:02 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkampanye di malam ketika dia dimakzulkan oleh DPR AS di Battle Creek, Michigan, Rabu (18/12/2019) AFP/BRENDAN SMIALOWSKIPresiden Amerika Serikat Donald Trump berkampanye di malam ketika dia dimakzulkan oleh DPR AS di Battle Creek, Michigan, Rabu (18/12/2019)

Dibutuhkan dua per tiga dukungan agar pasal itu lolos, yang artinya Demokrat harus bisa membujuk 20 Senator supaya membelot.

Sejauh ini, belum ada tanda-tanda ada Senator Partai Republik yang berubah pikiran dan mendukung pemakzulan Presiden Trump.

Jika pun ada, jumlahnya hanya sedikit. Seperti Lisa Murkowski (Alaska), Susan Collins (Maine), dan Mitt Romney, Senator Utah yang merupakan pengkritik vokal sang presiden.

Hal lain yang bakal semakin mempersulit kans pasal tersebut lolos adalah tidak adanya jaminan ke-45 Senator Demokrat bakal seiya sekata.

Dua senator, Joe Manchin dari West Virginia dan Doug Jones dari Alabama, diragukan bakal memberikan dukungannya bagi proses pemakzulan tersebut.

Baca juga: Donald Trump Menuntut Sidang Pemakzulan di Senat AS Digelar Secepatnya

Manchin dan Jonse disebut berasal dari negara bagian yang merupakan basis pemilih Trump, dengan dukungan lebih dari 60 persen pada Pilpres AS 2016.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnel telah mendapat kritikan karena komentarnya yang dinilai partisan dan memihak Trump.

Senator dari Kentucky ini sudah menyatakan, DPR AS telah menerapkan sidang paling tidak adil serta terburu-buru.

"Setiap faksi harus menyerah pada kemarahan partisan. Ini adalah sidang dengan bukti tersedikit dalam sejarah AS," katanya.

Gedung Putih sendiri sudah menyatakan keyakinannya, Senat bakal membebaskan presiden ke-45 AS tersebut dari tuduhan pemakzulan.

"Beliau bersiap untuk tahap selanjutnya, dan yakin bakal dibebaskan dari tuduhan ini," kata juru bicara Gedung Putih Stephanie Grisham.

Survei itu digelar pada 19-20 Desember di mana metode wawancara adalah 1.387 pemilih dihubungi. Margin of error survei adalah plus minus tiga persen.

Baca juga: Pemimpin Mayoritas Senat AS: Pemakzulan Donald Trump Tidak Adil

Halaman:


Sumber Politico
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.